Kuala Kurun (MASAPNEWS), – Kepala SMAN-1 Kurun, Batuah menyebutkan. Saat ini, pekerjaan fisik berupa tiga kegiatan pembangunan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kurun terus berjalan. Pembangunan tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 dari pemerintah pusat, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
”Pengerjaan tiga kegiatan pembangunan masih terus berjalan, yang dilakukan secara terbuka dan transparan. Terbukti, setiap kegiatan pembangunan sudah dipasang papan proyek dan bisa diakses semua pihak,” ucapnya kepada awak media, Selasa (8/9/2020)
Ia menjelaskan, tiga kegiatan pembangunan di SMAN 1 Kurun tersebut sudah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada dan dikerjakan oleh pihak sekolah melalui Panitia Pembangunan Sekolah (P2S). Jadi semua dana dan lainnya dikelola oleh P2S.
”Jadi kepala sekolah hanya sebagai penanggungjawab kegiatan, sesuai dengan MoU yang sudah ditandatangani. Yang mengerjakannya adalah P2S secara swakelola,” jelasnya.
Ia mengatakan, tiga kegiatan pembangunan di SMAN 1 Kurun tersebut adalah pembangunan dua ruang kelas baru (RKB) beserta perabotan sebesar Rp 519.201.300, lalu rehabilitasi dua toilet siswa/guru untuk laki-laki dan wanita beserta sanitasi Rp 195.956.000, serta pembangunan dua paket toilet siswa dan guru beserta sanitasi Rp 391.824.000.
”Pembangunan di SMAN 1 Kurun terus dilakukan. Jika dipersentasekan, untuk pengerjaan dua RKB sudah 30 persen, lalu rehabilitasi dua toilet juga sudah 30 persen, serta pembangunan dua paket toilet siswa dan guru sudah 15 persen,” katanya.
Untuk progres pengerjaan, lanjut Batuah, pengerjaan dua RKB sampai saat ini sudah pemasangan batako, kusen, pintu, dan jendela. Lalu pembangunan dua paket toilet siswa dan guru sudah sampai ke pengecoran atas, serta rehab dua toilet sudah dilakukan plester, cor lantai, atap, pemasangan listrik, selanjutnya akan dipasang keramik,” tandasnya.
Dirinya pun optimis, seluruh pembangunan yang dilakukan di SMAN 1 Kurun akan selesai tepat waktu. Sebab, sampai sekarang ini, para pekerja masih terus bekerja.
”Jadi, di masing-masing kegiatan itu memiliki para pekerja yang berbeda. Ada pekerja yang membangun dua RKB, ada yang rehabilitasi dua toilet, dan ada yang membangun dua paket toilet. Ketiganya jalan terus,” ujarnya.
Terkait progres pelaksanaan pembangunan di SMAN 1 Kurun, kata Batuah, dari pihak sekolah juga sudah diperiksa selama empat hari oleh Inspektorat Provinsi Kalteng. Hasilnya, semua berjalan lancar untuk kegiatan pembangunan yang menggunakan DAK.
”Tidak hanya diperiksa terkait penggunaan DAK, tetapi juga termasuk Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) dan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Semua berjalan baik dan tidak ada ditemukan hal-hal yang mengarah pada unsur Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN),” demikian Batuah. (Jek)









