MASAPNEWS – Pencarian terhadap Salomi (30) dan Remon (5) yang merupakan korban hilang akibat kelotok terbalik di perairan muara Sungai Bahio, anak Sungai Miri, tepatnya di Desa Tumbang Sian, Kecamatan Kahayan Hulu Utara (Kahut), Kabupaten Gunung Mas (Gumas), membuahkan hasil.
Kapolres Gumas AKBP Irwansah melalui Kapolsek Kahut Ipda A.A Gede Raka Sumiartha mengatakan, memasuki hari kedua pencairan, tim SAR gabungan berhasil menemukan salah satu korban, yakni Salomi (30) dengan keadaan meninggal dunia.
“Korban ditemukan di sungai yang berada dekat Desa Tumbang Sian, kurang lebih 1,5 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP) ke arah hilir. Saat ini, korban sudah dievakuasi ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) Tumbang Miri untuk dilakukan pemeriksaan Visum et Repertum,” ucapnya.
Sedangkan untuk korban lainnya yakni Remos (5), yang merupakan anak Salomi (30), masih dilakukan pencarian disekitar lokasi penemuan korban pertama.
Pencarian dilakukan melibatkan tim Search and Rescue (SAR) gabungan, yang terdiri dari Satuan Samapta dan Unit Inafis Polres Gumas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial, dengan dibantu oleh warga Desa Tumbang Sian, Penda Rangas, Tumbang Napoi, dan Dandang.
Lokasi pencarian mulai dari Desa Tumbang Sian sampai ke Desa Penda Rangas, Kecamatan Kahut, dengan radius 10 kilometer dari tempat kejadian karamnya kelotok tersebut,” ujarnya.
Sejauh ini pencarian hanya dilakukan di siang hari dengan batas waktu hingga pukul 16.00 WIB dan tidak dilanjutkan pada malam hari, mengingat arus air Sungai Miri yang cukup deras. Pencarian menggunakan 25 unit kelotok dibantu satu unit speedboat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Ada banyak riam-riam kayu dipinggir sungai yang tentunya akan sangat membahayakan keselamatan tim pencarian. Ini kami lakukan berdasarkan hasil musyawarah bersama dengan Camat Kahut dan tim SAR gabungan,” tuturnya.
Selain itu juga sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Satreskrim Polres Gumas. Hasil dari olah TKP itu, pada bagian kiri kelotok terdapat pecahan yang diduga akibat dari benturan dengan batang kayu sehingga menyebabkan kelotok karam.
”Pecahan yang terdapat di bagian kelotok itu dengan panjang 25 sentimeter dan lebar 22 sentimeter, serta kelotok tersebut juga tidak dilengkapi dengan peralatan penyelamatan. Kami juga belum bisa meminta keterangan untuk proses pemeriksaan, dikarenakan para saksi masih dalam kondisi berduka,” tandasnya. (GCM/MN-2)









