MASAPNEWS-Festival Babukung menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Festival yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau ini yang mulai dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu, bertujuan untuk melestarikan seni budaya suku Dayak Tomun.
Festival Babukung yang merupakan tarian ritual adat kematian Suku Dayak Tomun di Lamandau. Tarian ini menggunakan topeng dengan karakter hewan tertentu disebut Luha, sedangkan para penari disebut Bukung.
Bukung ini datang dari desa tetangga untuk menghibur keluarga duka sembari menyerahkan bantuan.
“Penampilan tari-tarian babukung dari beberapa desa disuguhkan dalam pagelaran virtual yang ditandai ritual adat menangkap bukung sebagai tanda festival babukung tahun 2021 ini akan berakhir,” ujar Wabup Lamandau Riko Porwanto saat menutup Festival Babukung tahun 2021 di Nanga Bulik, Minggu (12/12/2021) kemarin.
Dijelaskan Riko, Pemkab Lamandau telah mengapresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam seluruh proses penyelenggaraan festival babukung virtual ini dengan sukses tanpa ada hambatan. Tentunya kebudayaan ini semakin dikenal baik secara lokal, nasional, maupun internasional.
Penyelenggaraan festival babukung ini dalam rangka mempromosikan kepariwisataan berbasis adat budaya Lamandau, yang saat ini Festival Babukung 2021 kembali mendapatkan penghargaan rekor Muri sebagai pemrakarsa dan penyelenggara unggahan penari babukung terbanyak, tutup mantan camat terbaik ini.
Diketahui, Kalimantan Tengah memang erat kaitannya dengan Budaya dan Adat Istiadat suku dayak, salah satunya Kabupaten Lamandau dengan pertunjukan Tari Babukungnya yang masuk dalam 100 Kalender Event Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.(HY/MN-2)









