Selamat Petang | Selasa, April 28, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Gaya Hidup

Galih Donikara: Regulasi ketat jaga gunung bebas sampah

adminmasap by adminmasap
April 23, 2022
in Gaya Hidup
0
Acara talkshow membahas kondisi pendakian gunung di Indonesia bersama Eiger Adventure Service Team (EAST) Manager sekaligus pendaki senior Galih Donikara (tengah) dan Ramon Tungka (kanan), di Jakarta Selatan, Jumat (22/4/2022). (MASAPNEWS/ANT)

Acara talkshow membahas kondisi pendakian gunung di Indonesia bersama Eiger Adventure Service Team (EAST) Manager sekaligus pendaki senior Galih Donikara (tengah) dan Ramon Tungka (kanan), di Jakarta Selatan, Jumat (22/4/2022). (MASAPNEWS/ANT)

39
SHARES
302
VIEWS






MASAPNEWS – Eiger Adventure Service Team (EAST) Manager sekaligus pendaki senior Galih Donikara berpendapat, untuk menjaga gunung bersih dari sampah memerlukan regulasi ketat dari pemerintah, termasuk pengelola taman nasional setempat.

“Penegakkan aturan untuk tidak buang sampah sembarangan dari petugas itu masih lemah, regulasi pun msaih setengah hati. Menariknya kalau orang Indonesia mendaki ke luar negeri dan bayar hingga ratusan juta, mereka mau ikutin aturan disana yang begitu ketat. Ada aturan air kecil dan air besar itu dibawa turun lagi ke bawah itu tetap dilakukan. Tapi di negara kita sendiri malah tidak bisa,” kata Galih saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan dikutip, Sabtu.

Meski saat ini banyak komunitas pendaki gunung yang tersebar di Indonesia dan banyak juga yang melakukan kegiatan bersih- bersih gunung untuk menjaga gunung tetap asri namun tidak dipungkiri masih banyak juga masyarakat awam yang mendaki tanpa kesadaran untuk menjaga lingkungan.

Bungkus plastik bekas makanan dan minuman kerap menjadi masalah besar tersendiri yang akhirnya membuat gunung yang seharusnya berwarna hijau asri tercemar dengan warna- warna lain.

Menurut Galih sejalan dengan visi global dari PBB yaitu pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals), seharusnya aturan- aturan untuk pendakian pun mengacu dan mengikuti visi tersebut.

Dengan demikian para pendaki baik itu pendaki pemula maupun pendaki yang sudah sering melakukan perjalanan bisa dengan bertanggung jawab menjaga gunung- gunung di Indonesia tetap asri dan menjaga ekosistem tetap berkelanjutan.

Galih pun memberikan contoh salah satu gunung yang telah dikelola secara berkelanjutan dan ada di Indonesia yaitu Gunung Kembang di Wonosobo.

Pengelolaan di Gunung Kembang Wonosobo terbilang ketat karena setiap pendaki yang akan melakukan perjalanan akan melalui pemeriksaan ketat dari petugas untuk barang- barang yang dibawa dan pemeriksaan tersebut juga mengecek potensi sampah atau tidak.

“Jadi itu benar- benar diperiksa ya, kayak misalnya ada pendaki yang merokok itu pun si putung rokok yang dibawa naik ke gunung itu dihitung. Nantinya bekas rokoknya itu harus dibawa lagi. Kalau semisal ketemu ternyata dia nyampah nanti didenda tuh sekitar Rp1,25 juta,” kata Galih.

Eiger melihat pengembangan Gunung Kembang yang begitu berkelanjutan juga membantu operasionalnya dengan program “Adopsi Gunung” sehingga praktik pendaki yang bertanggung jawab pada alam dan juga menjaga ekosistem berkelanjutan bisa berjalan dengan optimal.

Tentu harapannya semakin banyak pengelola dan juga perhatian dari Pemerintah Daerah yang mengelola Taman Nasional untuk bisa menerapkan regulasi seperti di Gunung Kembang sehingga nantinya gunung- gunung di Indonesia tetap hijau dan bebas dari sampah. (ANT/MN-2)

Previous Post

BNI perkuat kerja sama Hutan Organik Megamendung peringati Hari Bumi

Next Post

Forkas: Saat ini waktu yang tepat pacu kinerja ekonomi

Related Posts

Acara grand opening Goffee dengan pemotongan pita oleh Owner Evandi dan istri bersama mitra kerja, di Palangka Raya, Kamis (15/5/2025). (IST)
Berita Daerah

Tempat Nongkrong Baru di Palangka Raya, Goffee Hadir 24 Jam untuk Para Pecinta Kopi

Mei 17, 2025
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti ditemui di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (25/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Gaya Hidup

Mendikdasmen umumkan UN model baru setelah ada aturan PPDB

Januari 25, 2025
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (MASAPNEWS/ANT/HO/Kementerian Kebudayaan)
Gaya Hidup

Menbud bentuk dewan pengawas untuk museum dan cagar budaya

Januari 25, 2025
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (lima dari kiri) saat menerima kunjungan dari ICMI membahas lansia produktif untuk menyambut bonus demografi di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Jumat (24/1/2025). (MASAPNEWS/ANT/HO-Kemendukbangga/BKKBN)
Gaya Hidup

Mendukbangga sebut lansia produktif bisa kurangi beban fiskal

Januari 24, 2025
Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj. (MASAPNEWS/ANT/Ho-Komnas Haji dan Umrah)
Gaya Hidup

Komnas Haji: Pelibatan KPK untuk pendampingan haji 2025 sudah tepat

Januari 24, 2025
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kedua kiri) ketika ditemui usai rapat koordinasi terkait Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Jakarta, Kamis (23/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Gaya Hidup

Menko PMK: Kick-off Pemeriksaan Kesehatan Gratis secepatnya

Januari 23, 2025
Next Post
Sekjen Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur, Winyoto Gunawan (MASAPNEWS/ANT)

Forkas: Saat ini waktu yang tepat pacu kinerja ekonomi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    716 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    287 shares
    Share 115 Tweet 72
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.