Selamat Pagi | Selasa, September 1, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Ekonomi

Mentan: Tanaman perlu perlakukan khusus untuk hasilkan maksimal

adminmasap by adminmasap
Februari 24, 2023
in Ekonomi
0
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan peninjauan perkebunan kakao milik petani di Desa Konaweha Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka, Kamis. (MASAPNEWS/ANT)

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan peninjauan perkebunan kakao milik petani di Desa Konaweha Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka, Kamis. (MASAPNEWS/ANT)

33
SHARES
251
VIEWS






MASAPNEWS – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengimbau petani khususnya sektor perkebunan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara untuk memberi perlakukan khusus terhadap tanaman mereka untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.

“Kalau setiap tanaman itu diberi perlakukan khusus baik menyangkut pupuk maupun pestisida tanaman sesuai aturan, tentu hasilnya akan lebih baik dibanding dengan yang tidak memerlukan perawatan khusus,” kata Syahrul.

Hal itu disampaikannya saat berdialog dengan petani perkebunan di Desa Konawe, Kecamatan Samaturu atau sekitar 50 Kilometer dari Utara ibukota Kabupaten Kolaka, (23/2).

Di desa itu, Menteri Pertanian yang di dampingi anggota BPK RI asal Kolaka, Haerul Saleh juga menerima berbagai masukan serta keluhan petani kakao terkait produksi panen mereka yang saat ini hasilnya sudah jauh lebih sedikit dibanding dengan era tahun 80-an atau 90-an.

Syamsul Bahri, ketua kelompok tani Desa Konaweha mengatakan tanaman kakao yang saat ini sudah bukan musim panen namun hingga kini masih berbuah dan bisa di panen akibat perlakukan khusus dari petani dengan memberikan pupuk organik.

Menurutnya kebun kakao yang ada di desa Konaweha akan dijadikan kebun percontohan agar bisa di publikasikan kepada warga masyarakat khususnya petani kakao.

Selain itu lanjut Syamsul Bahri, petani kakao di desanya juga mengharap kepada pemerintah untuk peremajaan tanaman kakao serta kebutuhan pupuk yang tersedia, karena akhir-akhir ini sangat langka untuk mendapatkan pupuk bagi petani kakao.

” Khusus desa Konaweha luas lahan tanaman kakao saat ini seluas 202 hektar, tanaman cengkih 189 hektar dan lada 80,5 hektar,” katanya seraya menambahkan petani di desanya juga butuh pipanisasi untuk mendapatkan air jika tanaman kakao alami kekeringan panjang.

Menanggapi hal itu Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo mengatakan Kabupaten Kolaka yang memiliki lahan perkebunan bagus dan berbeda dengan lahan pertanian yang ada di beberapa daerah di Indonesia.

Menurutnya tanaman kakao dalam sekali panen menyiapkan waktu lama sehingga membutuhkan konsep tanaman jangka pendek (tumpang sari) agar bisa menutupi hasil produksi tanaman jangka panjang.

“Di bidang pertanian itu modalnya hanya tiga yakni kemauan, semangat kebersamaan serta jujur,” ungkap Sahrul Yasin limpo.

Untuk itu kata Menteri, Pemerintah Daerah serta Dinas Pertanian harus siapkan konsep sehingga lahan yang akan digunakan nantinya bisa tepat untuk mensejahterakan masyarakat khususnya petani.

Terkait pupuk, mantan Gubernur Sulsel dua periode itu mengatakan, pengadaan pupuk tidak ada yang kurang karena permintaan pupuk untuk seluruh wilayah Indonesia telah disiapkan sebanyak 24 juta ton dan dana yang tersedia dari negara sekitar Rp25 triliun.

“Jadi kalau masalah pupuk tidak ada yang kurang, namun permintaan kita sangat banyak dan justru dimanjakan oleh pupuk,” tutur Sahrul menutupnya.

(ANT/MN-2)

Previous Post

Anggota MPR: Strategi kebudayaan penting untuk menumbuhkan ekonomi

Next Post

Kabupaten Gunung Mas raih penghargaan bebas Frambusia dari Kemenkes RI

Related Posts

Menkeu Purbaya bantah isu sisa uang negara Rp120 triliun
Ekonomi

Menkeu Purbaya bantah isu sisa uang negara Rp120 triliun

April 26, 2026
Acara grand opening Goffee dengan pemotongan pita oleh Owner Evandi dan istri bersama mitra kerja, di Palangka Raya, Kamis (15/5/2025). (IST)
Berita Daerah

Tempat Nongkrong Baru di Palangka Raya, Goffee Hadir 24 Jam untuk Para Pecinta Kopi

Mei 17, 2025
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memberi keterangan ketika dijumpai di sela-sela acara Rapimnas PIRA di Jakarta, Sabtu (25/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Ekonomi

Pemerintah siapkan akses modal untuk UMKM yang terlibat MBG

Januari 25, 2025
Produk minyak goreng rakyat atau MinyaKita yang disegel oleh Kementerian Perdagangan di Tangerang, Banten, Jumat (24/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Ekonomi

Mendag: Naiknya harga MinyaKita karena permainan harga di distributor

Januari 24, 2025
Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Ekonomi

Kemen BUMN-Kemendag buka akses pasar internasional untuk UMKM

Januari 24, 2025
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana saat mencoba membatik pada kain di Kampung Batik Giriloyo Desa Wukirsari Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kamis (23/1/2025) (MASAPNEWS/ANT)
Ekonomi

Menteri Pariwisata ajak generasi muda ikut lestarikan batik

Januari 23, 2025
Next Post
Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong menerima sertifikat kabupaten/kota bebas frambusia yang diserahkan Menteri Kesehatan RI Budi G Sadikin, saat peringatan hari NTDs Sedunia 2023 di Jakarta, Selasa (21/2/2023). (IST)

Kabupaten Gunung Mas raih penghargaan bebas Frambusia dari Kemenkes RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    720 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    496 shares
    Share 198 Tweet 124
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    456 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    295 shares
    Share 118 Tweet 74
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.