MASAPNEWS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ary Egahni Ben Bahat meminta sosialisasi terhadap bahaya narkotika dan obat-obatan (narkoba) di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) lebih digencarkan.
“Saya harap jajaran kepolisian memberikan sosialisasi dan edukasi, khususnya kepada pelajar. Sosialisasi dan edukasi bisa lewat zoom meeting,” ucap dia saat melakukan kunjungan kerja ke Kepolisian Resor (Polres) Gumas, Jumat (13/8/2021).
Ary Egahni menyebut, sosialisasi hendaknya digencarkan, agar masyarakat khususnya generasi muda di kabupaten bermoto Habangkalan Penyang Karuhei Tatau tidak terjerumus narkoba.
Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini mengaku prihatin kasus narkoba terbilang tinggi di Kabupaten Gumas. Hal itu diketahui olehnya dari paparan yang disampaikan oleh Kapolres AKBP Irwansah.
Oleh sebab itu, dia meminta kepada Polres Gumas dan pihak terkait lainnya agar gencar menyosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Sebelumnya, Kapolres Gumas AKBP Irwansah mengatakan pada tahun 2020 lalu pihaknya menangani 84 tindak pidana. Sekitar 40 persen dari tindak pidana tersebut adalah kasus narkoba.
Dia menjelaskan, anggaran untuk penanganan kasus narkoba pada tahun 2020 sebenarnya hanya untuk 11 kasus. Namun pada kenyataannya anggota Polres Gumas bisa menangani sekitar 30 kasus narkoba sepanjang tahun 2020.
Hal itu menunjukkan komitmen Polres Gumas dalam memberantas peredaran gelap narkoba. Selaku Kapolres baru, dia berkomitmen memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah setempat.
Dalam memerangi peredaran gelap narkoba tentunya diperlukan dukungan dari seluruh pihak. Dia juga sudah berkoordinasi dengan Bupati Gumas Jaya S Monong, pemerintah daerah juga memiliki komitmen untuk memberantas narkoba.
“Rencananya kami juga akan menyosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat, secara manual. Sebenarnya kami ingin melakukan sosialisasi menggunakan teknologi informasi, namun mengingat belum semua daerah di kabupaten kita tersedia jaringan internet maka sosialisasi secara manual tetap akan dilakukan,” tandas Irwansah. (GCM/MN-2)









