MASAPNEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau telah menerima Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalteng Drs. Duwel Rawing beserta anggota, yang diterima langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Lamandau Drs. Loderman.
“Kita menerima kunjungan kerja dari DPRD Kalteng tersebut terkait akses perkembangan UPTD PPA Kabupaten Lamandau. Kunker ini merupakan saat pandemi dan menjadi sangat penting bagi kami untuk mendapatkan saran masukan,” kata Loderman.
Menurutnya, perkembangan UPTD PPA Kabupaten Lamandau masih memerlukan dukungan pemerintah Provinsi, bahkan pemerintah pusat melalui Kementerian.
Pendirian UPTD PPA ini merupakan arahan dari Presiden melalui rapat terbatas beberapa tahun lalu dengan harapan meningkatkan upaya penurunan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia, jelas Loderman.
Ditambahkan dia, mengingat akan pentingnya pengawasan orang tua dan pola asuh dalam keluarga. Pemkab Lamandau terus berupaya untuk meminimalisir dalam rangka apa meningkatkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Selain menyediakan layanan laporan pengaduan yang bisa di unduh di Playstore. UPTD PPA Kabupaten Lamandau terus melakukan sosialisasi ke seluruh desa. Selain itu, saat ini juga sudah terbentuk 46 satgas di 46 desa di Kabupaten Lamandau, ungkapnya.
Sementara itu, Duwel Rawing mengatakan, kunjungan kerja Komisi III DPRD Provinsi Kalteng adalah merupakan tugas kelembagaan pengawasan dan pengendalian tindak lanjut rapat kerja dengan pemerintah provinsi.
Kunjungan kerja dilakukan untuk mengetahui kegiatan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak di Lamandau yang harus mendapat perhatian.
Diketahui, Komisi III beserta rombongan juga mengunjungi situs sejarah Benda Cagar Budaya Batu Batanggui yang terletak di Jalan Batu Batanggui Nanga Bulik yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan perwakilan dari Dikbud setempat. (HY/MN-2)









