MASAPNEWS – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Stepenson mengimbau masyarakat di kabupaten itu agar tidak takut datang ke tempat pemungutan suara (TPS), untuk menggunakan hak pilih saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Pilgub dan Wagub Kalteng) 2020.
“Masyarakat tidak perlu takut datang ke TPS pada 9 Desember 2020 mendatang, karena kami akan memastikan semua berjalan sesuai protokol kesehatan,” ucap Stepenson saat pelaksanaan Talkshow Ayo Memilih di Kuala Kurun, Rabu (28 Oktober 2020).
KPU Kabupaten Gumas, kata dia, selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam setiap pelaksanaan tahapan Pilgub dan Wagub Kalteng 2020, termasuk nantinya saat pelaksanaan pemungutan suara di TPS.
Dikatakan, nantinya Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga akan menjalani rapid test atau tes cepat Covid-19, demi memastikan petugas yang bertugas di TPS benar-benar sehat.
“Kami mengajak sekaligus meyakinkan masyarakat bahwa saat pelaksanaan pemilihan pada 9 Desember 2020 semua dalam kondisi sehat dan lancar. Semua harus berjalan aman, damai, tertib, dan semua orang bergembira melaksanakan haknya di TPS nanti,” ujarnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Gumas, Sukjani menambahkan bahwa talkshow diselenggarakan agar masyarakat di kabupaten setempat lebih banyak mengetahui berbagai hal terkait Pilgub dan Wagub Kalteng 2020.
Apalagi mengingat pelaksanaan Pilgub dan Wagub Kalteng 2020 dilakukan saat terjadinya pandemi Covid-19, sehingga ada hal-hal baru yang harus dilakukan masyarakat saat pemungutan suara di TPS pada 9 Desember 2020 mendatang.
KPU Kabupaten Gumas, lanjut dia, selalu menekankan bahwa protokol kesehatan merupakan hal yang utama, khususnya saat pemungutan suara nanti. Pihaknya juga gencar menyosialisasikan hal-hal yang harus dilakukan masyarakat saat ke TPS.
Diantaranya seperti datang membawa KTP, alat tulis, dan masker, tidak membawa anak-anak, datang sesuai jadwal yang tertera pada C Pemberitahuan, cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir selama 20 detik, serta memeriksa suhu tubuh.
Lalu mengisi formulir kehadiran, menggunakan sarung tangan, dan menunggu giliran untuk mendapat surat suara. Setelah selesai menggunakan hak suara maka sarung tangan dapat dibuang di tempat yang telah disiapkan.
Kemudian petugas akan meneteskan tinta ke jari tangan masyarakat, untuk menandai bahwa yang bersangkutan telah menggunakan hak suaranya. Terakhir, masyarakat mencuci tangan kembali sebelum pulang ke rumah masing-masing.
“Talkshow ini diikuti oleh Badan Pengawas Pemilu Gumas, pihak kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelajar, dan relawan demokrasi. Khusus relawan demokrasi, semoga talk show ini dapat menambah ilmu baru untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” tandas Sukjani.









