Selamat Malam | Selasa, Oktober 6, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Berita Daerah

DPRD Kotim minta pemerintah pastikan kelaikan hewan kurban

adminmasap by adminmasap
Juli 14, 2021
in Berita Daerah, DPRD Kotawaringin Timur, Kotawaringin Timur
0
Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Kotim, Syahbana. (IST)

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Kotim, Syahbana. (IST)

32
SHARES
248
VIEWS






MASAPNEWS – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Syahbana meminta pemerintah daerah memastikan kelaikan hewan kurban agar benar-benar memenuhi syarat untuk dipotong saat ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha pada 20 Juli nanti.

“Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi hewan yang akan digunakan untuk ibadah kurban. Itu kewajiban pemerintah untuk memastikan kelaikannya (memenuhi syarat) melalui pemeriksaan,” kata Syahbana di Sampit, Selasa.

Tidak sembarang hewan bisa digunakan untuk ibadah kurban. Ada syarat-syarat yang wajib dipenuhi, khususnya terkait kondisi hewannya harus sehat, tidak kurus, tidak cacat dan cukup umur.

Untuk itu pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian harus memeriksa hewan kurban seperti sapi dan kambing yang dijual pedagang. Saat ini banyak pedagang hewan dadakan yang sengaja menjual hewan kurban.

Menurut Syahbana, wajib dilakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kondisi hewan kurban yang didatangkan ke daerah ini. Pemeriksaan ini untuk memastikan kelaikan hewan kurban, apalagi sebagian didatangkan dari luar daerah seperti Kalimantan Selatan dan Pulau Jawa.

Kondisi ini tidak terlepas dari pasokan hewan dari peternak lokal belum mencukupi sehingga banyak pedagang mendatangkan hewan kurban dari luar daerah. Untuk itu perlu pengawasan dan pemeriksaan untuk memastikan hewan tersebut laik untuk dijadikan hewan kurban.

Meski saat ini pandemi COVID-19 masih terjadi dan berdampak terhadap perekonomian, umat Islam yang melaksanakan ibadah kurban. Namun tidak bisa dipungkiri, jumlahnya diperkirakan masih lebih rendah dibanding saat sebelum pandemi COVID-19 melanda.
Xxx
Syahbana mengingatkan agar petugas memeriksa keterangan surat kesehatan hewan yang biasanya dikeluarkan oleh instansi terkait di daerah asal. Selanjutnya, pemeriksaan fisik hewan kurban juga harus dilakukan sebelum hewan dipotong, bahkan juga terhadap daging hewan kurban yang sudah dipotong.

“Kalau sudah dinyatakan laik sebagai hewan kurban dari pemeriksaan fisik, maka berikan tanda. Jika dari hasil pemeriksaan hewan tersebut dinyatakan tidak sehat, maka harus ada tindak lanjut juga,” kata Syahbana.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kotawaringin Timur Endrayatno mengatakan, dari pendataan hasil pemeriksaan, terdapat 57 titik penampungan penjualan hewan kurban yang tersebar di sembilan kecamatan.

”Dari 17 kecamatan se-Kotim, hanya ada sembilan kecamatan yang menyediakan tempat penampungan hewan kurban. Dengan total keseluruhan sapi sebanyak 1.939 ekor sapi ditambah 69 ekor sapi penambahan titik di Kecamatan MB Ketapang dan kambing sebanyak 1.351 ekor yang tersebar di 57 titik penampungan,” kata Endrayatno.

Paling banyak hewan kurban didatangkan dari luar daerah Kotim sekitar 80 persen, sisanya dari peternak lokal di Kotawaringin Timur. Sebagian besar hewan kurban didatangkan dari luar daerah Kotim yakni Sulawesi dan Madura.

Pemeriksaan antemortem sudah dilaksanakan sejak Selasa (6/7) lalu untuk memeriksa kondisi fisik hewan sebelum dilakukan pemotongan guna memastikan hewan dalam keadaan sehat dan terbebas dari penyakit hewan menular strategis (PHMS). 

Setelah dilakukan pemeriksaan antemortem, hewan akan diperiksa kondisi fisik dan kesehatannya. Hewan yang dinyatakan sehat akan diberi tanda label yang dikalungkan di leher hewan sapi maupun kambing sebagai bukti bahwa hewan kurban tersebut sudah diperiksa kondisinya. (ANT/MN-3)

Previous Post

Legislator Kotim ingatkan perusahaan fasilitasi vaksinasi COVID-19 untuk pekerja

Next Post

Pemkab Gumas berencana gandeng PDAM dalam pemungutan retribusi persampahan

Related Posts

Polwan Polres Gunung Mas Edukasi Warga soal Bahaya Karhutla
Gunung Mas

Polwan Polres Gunung Mas Edukasi Warga soal Bahaya Karhutla

Oktober 6, 2026
Lewat Police Goes to School, Polres Gunung Mas Tanamkan Disiplin Lalu Lintas Sejak Dini
Gunung Mas

Lewat Police Goes to School, Polres Gunung Mas Tanamkan Disiplin Lalu Lintas Sejak Dini

Oktober 6, 2026
Ketua DPRD Gumas harap TNI makin profesional dan selalu dekat dengan rakyat
DPRD Kabupaten Gunung Mas

Ketua DPRD Gumas harap TNI makin profesional dan selalu dekat dengan rakyat

Oktober 5, 2026
Polres Gunung Mas dan TNI Perkuat Pencegahan Karhutla lewat Patroli Gabungan
Gunung Mas

Polres Gunung Mas dan TNI Perkuat Pencegahan Karhutla lewat Patroli Gabungan

Oktober 3, 2026
Polres Gunung Mas Ringkus Perempuan Diduga Pengedar di Tumbang Tariak
Gunung Mas

Polres Gunung Mas Ringkus Perempuan Diduga Pengedar di Tumbang Tariak

Oktober 2, 2026
Polres Gunung Mas Musnahkan Barang Bukti 172,6 Gram Shabu
Gunung Mas

Polres Gunung Mas Musnahkan Barang Bukti 172,6 Gram Shabu

Oktober 1, 2026
Next Post
Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Yansiterson memimpin rapat Koordinasi Intensifikasi Retribusi Kebersihan Persampahan.

Pemkab Gumas berencana gandeng PDAM dalam pemungutan retribusi persampahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    721 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    498 shares
    Share 199 Tweet 125
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    461 shares
    Share 184 Tweet 115
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    298 shares
    Share 119 Tweet 75
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.