MASAPNEWS – Ketua DPD
RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menyarankan pemerintah mempercepat dan
memetakan daerah yang harus menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin untuk
mencegah penyebaran COVID-19.
“Pemetaan harus dilakukan jika pemerintah ingin menurunkan kasus
penyebaran COVID-19 di luar Jawa dan Bali,” ujarnya di sela reses di
Surabaya, Jumat.
Menurut dia, setelah Jawa dan Bali, lonjakan kasus mulai bergeser ke daerah di
luar kedua pulau tersebut sehingga pemerintah harus mengambil tindakan cepat.
Senator asal Jawa Timur ini juga meminta pemerintah memetakan prioritas
kelompok yang diutamakan untuk mendapatkan vaksin.
“Misalnya dengan menimbang kerentanan dan aspek pertumbuhan ekonomi yang
berimbas pada daerah yang tak optimal mendapat jatah vaksin. Jika dijalankan,
program vaksinasi akan menjadi tepat sasaran. Target menekan pandemi juga bisa
tercapai,” ucapnya.
Untuk mendukung hal tersebut, La Nyalla meminta pemerintah pusat mempercepat
pendistribusian vaksin ke 10 provinsi penyumbang angka lonjakan COVID-19.
Harapannya, kata dia, agar tidak terjadi ledakan angka positif dan angka
kematian, terutama provinsi dengan zona merah di luar Jawa dan Bali.
Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, Riau dan Lampung disebut menjadi
provinsi di luar Jawa-Bali yang paling tinggi angka kematian akibat COVID-19.
Per 4 Agustus 2021, Riau dilaporkan kasus kematiannya akibat sebanyak 2.755
orang, dan di Lampung terdapat 2.332 orang.
Selain itu, lanjut La Nyalla, Lampung juga tercatat sebagai daerah dengan
tingkat vaksinasi COVID-19 terendah di Indonesia, yang sesuai data Kementerian
Kesehatan per 5 Agustus 2021 menerima dosis pertama vaksin hanya 9,33 persen.
Persentase itu di bawah Papua (14,8 persen) dan Maluku Utara (11,71 persen).
Lalu, untuk penerima dosis kedua, Lampung ada di urutan nomor tiga dari bawah,
yakni 5,9 persen, dan berada di atas Sumatera Barat (5,53 persen) serta Nusa
Tenggara Barat (5,7 persen). (ANT/MN-3)









