Selamat Sore | Selasa, April 21, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Hiburan

“Three for Plastic Hearts” cara seniman muda pahami fenomena dunia

adminmasap by adminmasap
Oktober 31, 2021
in Hiburan
0
Pameran seni rupa "Three for Plastic Hearts" hadir di Galeri Salihara hingga 30 November 2021. (MASAPNEWS/ANT/HO/Komunitas Salihara)

Pameran seni rupa "Three for Plastic Hearts" hadir di Galeri Salihara hingga 30 November 2021. (MASAPNEWS/ANT/HO/Komunitas Salihara)

28
SHARES
215
VIEWS






MASAPNEWS – Komunitas Salihara Arts Center menggelar pameran seni rupa “Three for Plastic Hearts” hasil karya tiga perupa pemenang Kompetisi Karya Trimatra Salihara 2019 yaitu Andrita Yuniza, Argya Dhyaksa, dan Wildan Indra Sugara untuk menunjukan pemahaman mereka terhadap fenomena dunia yang terjadi dewasa ini.

Pameran itu diadakan secara hibrid di Galeri Salihara hingga 30 Novemeber 2021 mendatang dan mengajak masyarakat untuk bisa menikmati keindahan dari karya- karya seni itu.

“Dengan pameran ini kami ingin memotret karya-karya dan gagasan mereka, baik dari dekat maupun jauh, dalam rentang sekitar dua tahun terakhir,” ujar Kurator Seni Rupa Komunitas Salihara Asikin Hasan dalam keterangannya dikutip, Minggu.

Asikin menyebutkan dalam karya- karya yang dihadirkan lewat “Three for Plastic Hearts” ada dominasi besar dari teknologi yang menjadi teman sehari- hari generasi masa kini.

Tidak hanya berfokus pada proses penciptaan, karya- karya para seniman muda itu kini juga harus memikirkan efek estetis seperti yang berkembang mengikuti perkembangan tren.

“Kepekaan rasa yang bertaut pada rupa dan bentuk tidak lagi menjadi satu-satunya aspek dalam karya-karya mereka. Kehangatan emosi yang biasanya membawa kita terharu, kini tergerus oleh soal-soal yang selama ini tidak kita anggap sebagai bagian dari seni itu sendiri…Mereka tertarik pada masalah lingkungan, pencemaran air, nasib planet bumi dan umat manusia,” ujar Asikin Hasan.

Setelah melalui perjalanan panjang sejak memenangi Kompetisi Karya Trimatra Salihara 2019, ketiga perupa ini memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi masa kini, kondisi sosial budaya, dan lingkungan tempat mereka tinggal, memberi pengaruh yang luas pada kelahiran karya-karya mereka.

Hal ini segera bisa kita lihat misalnya pada karya-karya Andrita Yuniza, yang secara khusus punya perhatian terhadap masalah lingkungan.

Dalam karya-karyanya pada sebuah kotak berlampu, ia menampilkan pelbagai sampah organik yang telah mengalami transformasi bentuk simbol-simbol, dan yang lain dalam bentuk lembaran. Karya-karya tersebut dibuatnya sedemikian rupa untuk menghadirkan warna-warna yang menarik.

Dalam salah satu karya lain Andrita, ia akan mentransfer suara-suara dan rupa yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Karya ini pengembangan dari gagasan sebelumnya berjudul “Mooi Indie”, pertanyaan atas keindahan lanskap tanah Jawa yang bisa jadi tak lagi sepenuhnya sebagaimana digambarkan dalam lukisan masa kolonial itu.

Andrita dalam karyanya mengambil sampel air dari Sungai Citarum dan Citarik, menemukan bahwa air sungai tersebut telah memiliki corak dari campuran fosfat (jingga), nitrat (kuning), kromium (hijau), dan zat kimia hasil limbah industri tekstil.

Selanjutnya Wildan Indra Sugara juga tak jauh dari upaya merekrut sampah-sampah industri yang, ditemukannya baik saat tinggal di Jerman maupun di Indonesia.

Berbeda dengan Andrita yang mengolah materi sampah hingga pada bentuknya yang canggih, Wildan membiarkan saja sampah itu sebagaimana adanya. Sampah-sampah itu punya warna, punya riwayat, kelak akan mengalami proses kehancuran pada dirinya sendiri.

Dalam karyanya yang baru, ia tidak lagi hanya membuat duplikasi televisi dengan material cor semen, melainkan menghadirkan hebel, sejenis bata berwarna putih yang kini makin populer untuk pembuatan tembok rumah.

Ia juga menggunakan obyek temuan dalam karya-karyanya seperti kursi plastik, mesin printer bekas, dan lain sebagainya. Ia rupanya ingin mengajak pengunjung berkontemplasi lewat benda temuannya.

Terakhir ada Argya Dhyaksa yang dalam karyanya seperti mengatakan bahwa tidak akan pernah ada yang sempurna.

Hal itu bisa jadi bersangkut paut dengan pengalamannya sebagai seorang keramikus yang, senantiasa berdebar-debar; apakah keramik di dalam tungku itu akan berhasil atau cacat dan rusak selama proses pembakaran.

Keramikus muda itu menunjukan ketidaksempurnaan yang dimaksudnya dalam tulisan plesetan dan diabadikan pada sebuah bentuk menyerupai prasasti.

Sebagai seorang seniman, dibanding dua temannya yang sangat serius dalam berkarya, Argya memiliki daya bermain-main yang kuat.

Ia juga membuat keramik-keramik mungil yang dimasukkannya ke dalam botol. Lebih ekstrim lagi, ia menempatkan sebuah pelantang suara atau headphone di salah satu dinding yang sebenarnya tidak terdengar suara apa-apa, kecuali kehadiran headphone itu sendiri.

Untuk mengikuti pameran seni rupa ini atau mendapatkan informasi lebih jauh, silakan klik https://salihara.org. (ANT/MN-2)

Previous Post

PM Italia apresiasi program Presiden Jokowi soal pemberdayaan UMKM

Next Post

Para ketua DPD PDIP serahkan capres-cawapres kepada Megawati

Related Posts

Putri Gunung Mas Raih Prestasi Gemilang di Ajang Internasional
Gunung Mas

Putri Gunung Mas Raih Prestasi Gemilang di Ajang Internasional

November 13, 2025
Yura Yunita saat tampil di panggung Kirana Jakarta 2025 saat perayaan Tahun Baru 2025 di Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Selasa (31/12/2024). (MASAPNEWS/ANT)
Hiburan

Penampilan Yura Yunita semarakkan perayaan tahun baru di Bundaran HI

Januari 1, 2025
Puncak Festival Harmoni Budaya Nusantara 2024 diselenggarakan di Alun-Alun Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Jumat (6/9/2024). (MASAPNEWS/ANT)
Hiburan

Kemenko: Festival Harmoni Budaya Nusantara hidupkan budaya lokal IKN

September 8, 2024
Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono saat menyaksikan seniman di pawai Pesta Kesenian Bali di Denpasar, Sabtu (15/6/2024). (MASAPNEWS/ANT)
Hiburan

Menteri AHY wakili Presiden Jokowi buka Pesta Kesenian Bali

Juni 15, 2024
Grand Closing ILUNI UI Movie Award Competition (IMAC) 2024 di Makara Art Center, Kampus UI Depok, Sabtu (9/3/2024). (MASAPNEWS/ANT/HO-ILUNI UI)
Hiburan

ILUNI UI Movie Award Competition berhasil jaring 265 film

Maret 12, 2024
Tangkapan layar - Robert Downey Jr memenangi Piala Oscar pertamanya dengan menjadi Aktor Pendukung Terbaik 2024 pada acara Academy Awards ke-96 di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Minggu waktu setempat atau Senin (11/3/2024) pukul 07.30 WIB. (MASAPNEWS/ANT/Youtube/ABC News)
Hiburan

Robert Downey Jr menangi Piala Oscar pertamanya pada Academy Awards

Maret 11, 2024
Next Post
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat foto bersama dengan para ketua DPD PDIP di sela-sela Rapat Koordinasi Pra Rapat Kerja Nasional di Gedung Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (31/10/2021). (MASAPNEWS/ANT/HO-PDIP)

Para ketua DPD PDIP serahkan capres-cawapres kepada Megawati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    715 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    390 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    287 shares
    Share 115 Tweet 72
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.