Selamat Malam | Selasa, April 28, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Gaya Hidup

Tiga tantangan UMKM Jawa Barat hadapi pandemi

adminmasap by adminmasap
Oktober 11, 2021
in Gaya Hidup
0
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya dalam peluncuran "Festival Fashion Lokal Jawa Barat" pada Senin (11/10/2021) (MASAPNEWS/ANT)

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya dalam peluncuran "Festival Fashion Lokal Jawa Barat" pada Senin (11/10/2021) (MASAPNEWS/ANT)

27
SHARES
206
VIEWS






MASAPNEWS – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya menyebutkan ada tiga tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM untuk dapat bertahan di masa pandemi COVID-19 dan juga dalam usaha meningkatkan penjualan.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM di Dinas Provinsi Jawa Barat, terdapat sekitar 58.263 UKM yang terdampak pandemi. Sedangkan data Asosiasi UMKM Indonesia per 9 Agustus 2021 menyebutkan bahwa UMKM rata-rata mengalami kerugian sebesar 80 persen.

Atalia mengatakan kondisi ini harus dihadapi bersama-sama dengan adanya kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu caranya adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan agar para UMKM dapat melek teknologi, sebab masih banyak pelaku usaha yang masih mengandalkan penjualan tradisional sehingga membuat mereka sulit bertahan di masa pandemi.

“Tantangannya masih belum terbiasa dengan teknologi khususnya masyarakat Jawa Barat dan pada umumnya di Indonesia ya. Jadi untuk berubah dari toko fisik ke toko digital itu sulit sekali termasuk manajemen yang masih sangat tradisional,” ujar Atalia dalam peluncuran “Festival Fashion Lokal Jawa Barat” pada Senin.

Atalia mengatakan pihaknya secara perlahan-lahan mencoba memberitahukan kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM untuk beralih ke digital. Berdasarkan data, terdapat 64,19 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia, namun yang sudah onboarding digital baru 13 persen saja sehingga diperlukan usaha yang lebih besar untuk meningkatkannya.

Tantangan kedua yang dihadapi oleh Dekranasda Jawa Barat adalah belum meratanya infrastruktur internet sehingga cukup menyulitkan pelaku UMKM yang berada di pedesaan dan ingin bergerak ke arah digital.

“Yang ketiga adalah anggapan terkait dengan transaksi yang repot dan menyulitkan, kan masyarakat belum terbiasa terkait dengan finansial teknologi ya jadi bagaimana sih saat ini cara bayarnya,” kata Atalia.

“Jadi kalau mereka biasa beli itu dengan uang cash dengan uang tunai bingung ketika bayar digital, kemudian mereka harus jualan jarak jauh agak repot nunggu transfernya dan sebagainya,” lanjutnya.

Sementara itu, Atalia menyebutkan bahwa salah satu kunci dari pemulihan ekonomi adalah mendorong para pelaku UMKM untuk jeli melihat peluang usaha dan paham apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, kualitas sumber daya manusianya pun harus dilatih untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan yang tak kalah penting adalah strategi pemasaran.

“Kita harus mampu untuk menetapkan strategi pemasaran yang tepat baik online maupun offline. Jadi kalau dari hulu itu, peningkatan skill, pengetahuan, para pelaku ini harus diberikan pendidikan pelatihan bagaimana cara menggunakan platform digital, bagaimana mereka tahu tren penjualan saat ini dan bagaimana meningkatkan produk,” ujar Atalia.

“Di hilirnya, nanti akan bekerja samakah dengan platform-platform untuk mengenalkan produk-produk mereka,” imbuh Atalia. (ANT/MN-2)

Previous Post

Praktisi Pendidikan Sarankan Pemda Gumas Pertimbangkan untuk PTM Terbatas

Next Post

KKP: Kebijakan penangkapan terukur untuk pemerataan ekonomi

Related Posts

Acara grand opening Goffee dengan pemotongan pita oleh Owner Evandi dan istri bersama mitra kerja, di Palangka Raya, Kamis (15/5/2025). (IST)
Berita Daerah

Tempat Nongkrong Baru di Palangka Raya, Goffee Hadir 24 Jam untuk Para Pecinta Kopi

Mei 17, 2025
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti ditemui di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (25/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Gaya Hidup

Mendikdasmen umumkan UN model baru setelah ada aturan PPDB

Januari 25, 2025
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (MASAPNEWS/ANT/HO/Kementerian Kebudayaan)
Gaya Hidup

Menbud bentuk dewan pengawas untuk museum dan cagar budaya

Januari 25, 2025
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (lima dari kiri) saat menerima kunjungan dari ICMI membahas lansia produktif untuk menyambut bonus demografi di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Jumat (24/1/2025). (MASAPNEWS/ANT/HO-Kemendukbangga/BKKBN)
Gaya Hidup

Mendukbangga sebut lansia produktif bisa kurangi beban fiskal

Januari 24, 2025
Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj. (MASAPNEWS/ANT/Ho-Komnas Haji dan Umrah)
Gaya Hidup

Komnas Haji: Pelibatan KPK untuk pendampingan haji 2025 sudah tepat

Januari 24, 2025
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kedua kiri) ketika ditemui usai rapat koordinasi terkait Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Jakarta, Kamis (23/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Gaya Hidup

Menko PMK: Kick-off Pemeriksaan Kesehatan Gratis secepatnya

Januari 23, 2025
Next Post
Nelayan mengangkut ikan di PPN Idi, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (18/9/2021). (MASAPNEWS/ANT)

KKP: Kebijakan penangkapan terukur untuk pemerataan ekonomi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    716 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    287 shares
    Share 115 Tweet 72
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.