MASAPNEWS-Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui dinas Pertanian, dan perikanan (Distakan) setempat akan mengombinasikan program mina padi menjadi agrowisata. Hal itu sebagai cara agar sawah menghasilkan nilai tambah dalam rangka mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya petani berjuluk Bumi Bahaum Bakuba.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau Tiryan Kuderon saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Rabu (3/11/2021) mengatakan, kawasan mina padi sangat cocok dikembangkan sebagai agrowisata, supaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian.
“Minapadi akan menjadi potensi yang menarik. Apabila program ini berhasil, tentunya bisa menjadi wahana edukasi mengenai sektor pertanian. Dengan cara ini, masyarakat yang memiliki sawah dapat memperoleh nilai tambah dari usahanya,” jelas Deron panggilan akrabnya.
Menurutnya, usaha minapadi sangat memungkinkan dilakukan pada saat musim hujan, atau suatu wilayah yang pengairan maupun irigasinya permanen, karena usaha mina padi berperan strategis sebagai nilai tambah untuk menunjang ketahanan pangan.
Usaha pola minapadi ini sebagai pemanfaatan lahan-lahan sawah, dengan budidaya ikan, terutama pada musim hujan atau masa musim tanam. Dan ini dapat menjadi nilai tambah masyarakat sekitar yang dapat dipertahankan untuk menjadi agrowisata, ujar Deron.
Selain itu, kata mantan kepala pelaksana BPBD Lamandau ini, bahwa pola usaha mina padi sudah mulai kita kembangkan pada lahan sawah kelompok tani Timbun Jaya kelurahan Kudangan kecamatan Delang Kabupaten Lamandau dengan luasan 16 hektar. Dimana 2 petak sawah akan ditanam sistem mina padi dengan budidaya ikan di lahan sawah tersebut.(HY/MN-2)









