MASAPNEWS – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Remos (5) yang merupakan salah satu korban karamnya kelotok di perairan muara Sungai Bahio, anak Sungai Miri, tepatnya Desa Tumbang Sian, Kecamatan Kahayan Hulu Utara (Kahut), Kabupaten Gunung Mas (Gumas), setelah enam hari pencarian.
”Korban ditemukan pada Senin (6/12) pukul 05.00 WIB di Kelurahan Tumbang Miri, Kecamatan Kahut, dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Kapolres Gumas AKBP Irwansah, melalui Kapolsek Kahut Ipda A.A Gede Raka Sumiartha, Selasa (7/12/2021).
Korban pertama kali ditemukan oleh Elvino yang merupakan ayah kandungnya. Ketika ditemukan, posisi jasad korban saat itu tersangkut di sebuah lanting milik warga. Kondisi korban sudah bengkak dan membusuk.
Jarak antara tempat kejadian perkara (TKP) dengan lokasi penemuan korban mencapai 17,3 kilometer. Saat itu, Daerah Aliran Sungai (DAS) Miri dalam keadaan dalam dan berarus.
Penemuan jasad korban bermula dari adanya informasi tokoh masyarakat Desa Tumbang Sian yang memprediksi bahwa jasad korban muncul, dan menyarankan ayah korban menelusuri Sungai Miri dari muara Sungai Kahayan.
Saat itu ayah korban yang berada di Desa Tumbang Sian bergegas kembali ke Desa Dandang dengan menggunakan sepeda motor untuk mengambil kelotok. Dia langsung melakukan penyusuran di Sungai Miri dan akhirnya menemukan jasad korban.
Korban selanjutnya dibawa oleh pihak keluarga ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tumbang Miri untuk dilakukan Visum et Repertum.
Selanjutnya, personel Polsek Kahut dan Polres Gumas melakukan identifikasi serta tindakan kepolisian lainnya di Puskesmas Tumbang Miri.
“Sekarang ini, jasad korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” tandasnya. (GCM/MN-2)









