MASAPNEWS – Kapolres Gunung Mas (Gumas) AKBP Irwansah mengatakan bahwa perkara tindak pidana di wilayah setempat sepanjang tahun 2021 ini mengalami kenaikan, jika dibandingkan tahun 2020 lalu.
“Jumlah tindak pidana sepanjang tahun 2021 ini ada 115 kasus. Jumlah itu naik 10 persen dibandingkan tahun 2020 lalu, di mana jumlah tindak pidana ada 105 kasus,” ucapnya saat pers rilis di Kuala Kurun, Rabu (29/12/2021).
Dia menerangkan, dari 115 kasus tadi, tindak pidana narkoba mendominasi dengan jumlah 26 kasus, pencurian 11 kasus, kekerasan terhadap perempuan dan anak delapan kasus.
Selanjutnya ada pencurian dengan pemberatan tujuh kasus, ilegal mining lima kasus, dan pencurian dengan kekerasan satu kasus.
Ada beberapa tindak pidana yang mengalami kenaikan selama tahun 2021, yakni Illegal mining naik di mana pada tahun 2020 nihil kasus, dan tahun 2021 lima kasus.
Lalu, pencurian dengan pemberatan naik 250 persen, yakni tahun 2020 dua kasus sedangkan tahun 2021 ada tujuh kasus.
Selanjutnya, tindak pidana pencurian mengalami kenaikan 175 persen di mana di tahun 2020 ada empat kasus dan tahun 2021 ada 11 kasus.
Kemudian kekerasan terhadap perempuan dan anak naik 100 persen, di mana pada tahun 2020 ada empat kasus dan tahun 2021 ada delapan kasus.
Lalu pencurian dengan kekerasan naik 100 persen, di mana tahun 2020 nihil sedangkan tahun 2021 ada satu kasus.
”Untuk tindak pidana yang mengalami penurunan adalah narkoba. Di tahun 2020 ada 33 kasus, sedangkan tahun 2021 ada 26 kasus. Ada terjadi penurunan tujuh kasus atau 21 persen,” imbuhnya.
Lebih lanjut, untuk kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama tahun 2021 sebanyak 29 kasus, naik 17 persen jika dibandingkan tahun 2020 yakni 24 kasus.
Korban meninggal dunia akibat lakalantas ini juga mengalami kenaikan 33 persen, di mana pada tahun 2020 ada 14 orang meninggal dunia, naik di tahun 2021 menjadi 21 orang.
”Sedangkan untuk korban luka berat mengalami kenaikan 400 persen. Pada tahun 2020 tidak ada dan tahun 2021 ada empat orang. Korban luka ringan pada tahun 2021 ada 32 orang, atau naik enam persen dibandingkan tahun 2020, yakni 30 orang,” pungkasnya. (GCM/MN-2)









