MASAPNEWS – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali mengadakan lomba menulis cerita rakyat daerah pada tahun 2022 ini.
“Tahun 2021 lalu kami sudah mengadakan lomba menulis cerita rakyat daerah Kabupaten Gumas. Tahun ini, lomba tersebut kembali kami adakan,” ucap Bupati Gumas Jaya S Monong melalui Kepala Disbudpar Eigh Manto saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu.
Dia menjelaskan, ada sejumlah ketentuan yang harus diikuti oleh para peserta yang ingin mengikuti lomba ini, di antaranya yakni peserta merupakan masyarakat Gumas dari berbagai kalangan, profesi, dan tanpa batasan usia.
Peserta hanya boleh mengirimkan satu naskah cerita rakyat atau legenda yang berasal dari daerah atau budaya lokal di Gumas, yang mengandung nilai perjuangan/kepahlawanan, ketokohan, dan kearifan lokal.
Naskah yang diikutkan dalam lomba merupakan ciptaan sendiri, bukan saduran, dan terjemahan. Oleh sebab itu, peserta harus membuat surat pernyataan keaslian karya di atas materai Rp10 ribu.
Untuk format penulisan naskah cerita wajib menggunakan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta kaidah-kaidah bahasa tulis yang tepat, seperti alur, latar, penokohan, gaya bahasa, dan diksi/pilihan kata.
“Naskah diketik menggunakan komputer dengan isi tulisan sekurang-kurangnya berjumlah 1.000 kata. Jika menggunakan narasumber, maka narasumber tersebut wajib dicantumkan berupa nama atau identitas diri,” paparnya.
Selain itu, sambung dia, peserta tidak diperkenankan menulis kembali cerita rakyat yang sudah pernah menang pada Lomba Menulis Cerita Rakyat Kabupaten Gumas pada tahun 2021 lalu.
Adapun cerita rakyat yang sudah pernah menang pada tahun 2021 lalu yakni Legenda Danau Dai oleh Nanik Kartika, Asal Usul Riam Suran Aho oleh Hermin Ganti, Legenda Rangan Sambon oleh Dicky Wahyudi, Legenda Gua Haramaung oleh Aida Mantuh, Legenda Batu Bawui oleh Tony Siantury, dan Kisah di Balik Bukit Bajai oleh Cenitio.
Lebih lanjut, ada beberapa kriteria penilaian lomba, yakni orisinalitas, keunikan cerita, kearifan lokal, keindahan dalam merangkai diksi dan gaya bahasa, plot dan unsur dramatik cerita, penggambaran tokoh dalam cerita, dan mengandung nilai-nilai moral.
Batas akhir pengumpulan naskah cerita sampai dengan 10 Juni 2022 dan pengumuman pemenang lomba dilaksanakan pada 20 Juni 2022. Nantinya oara pemenang akan mendapat hadiah jutaan rupiah, trofi serta sertifikat.
“Untuk keterangan lebih rinci dapat menghubungi 0813-2000-0504 atau 0822-5031-2615. Persyaratan dan ketentuan lomba dapat dilitat di tautan https://bit.ly/3iS0siF,” tandas Eigh Manto. (GCM/MN-2)










Comments 1