Selamat Pagi | Senin, April 27, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Ekonomi

Investasi pemerintah untuk membangun bangsa tangguh bencana

adminmasap by adminmasap
Mei 17, 2022
in Ekonomi
0
Ilustrasi - Tanah longsor. (MASAPNEWS/ANT)

Ilustrasi - Tanah longsor. (MASAPNEWS/ANT)

29
SHARES
220
VIEWS






MASAPNEWS – Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni, Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur.

Kondisi geografis ini menjadikan Indonesia wilayah yang rawan mengalami bencana seperti letusan gunung api, gempa bumi, dan tsunami. Di sisi lain, sebagai negara kepulauan terbesar, krisis iklim membuat Indonesia semakin rentan mengalami bencana alam seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, badai, gelombang panas, hingga kebakaran hutan.

Analisis Bank Dunia pada 2018 pun menempatkan Indonesia pada peringkat ke-12 dari 35 negara yang menghadapi risiko terbesar akibat bencana alam. Selain korban jiwa, berbagai bencana yang dialami Indonesia juga mengakibatkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

Kajian Kementerian Keuangan pada 2020 menyebutkan rata-rata nilai kerusakan langsung yang dialami Indonesia dalam 15 tahun terakhir mencapai sekitar Rp20 triliun per tahun. Menurut Direktur Tata Ruang, Pertanahan, dan Penanggulangan Bencana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Sumedi Andono Mulyo, untuk menjadikan Bangsa Indonesia tangguh menghadapi bencana, pemerintah terus memperkuat sistem ketangguhan bencana.

Langkah yang ditempuh adalah dengan membangun satu data terintegrasi, memperkuat sistem peringatan dini bencana, membangun budaya sadar bencana melalui edukasi dan literasi, memperkuat kolaborasi antarkementerian dan lembaga, dan meningkatkan investasi serta sinergi pendanaan.

Pada kondisi normal sebelum terjadi bencana, Kementerian dan Lembaga serta pemerintah daerah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan APBD untuk mengurangi potensi kerugian akibat bencana. Sumedi mencontohkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun pengendali banjir berupa waduk, Kementerian Desa mengedukasi masyarakat desa terkait tanggap bencana, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Dalam Negeri memperkuat kapasitas pemerintah daerah mengatasi bencana.

“Kemudian BMKG, BRIN, Badan Geologi Kementerian ESDM, dan BNPB itu memperkuat sistem deteksi dini. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan beberapa kegiatan saat pra bencana,” katanya.

Sementara itu, Kementerian dan Lembaga serta pemerintah daerah juga berkolaborasi untuk mengantisipasi risiko bencana di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Misalnya, Kementerian ATR bertugas menyusun rencana detail tata ruang kawasan strategis nasional pariwisata, BNPB membuat peta risiko bencana, dan Kementerian PUPR membuat jalur evakuasi dan tempat evakuasi apabila terjadi bencana.

“Itu khusus untuk kawasan pariwisata strategis nasional seperti Labuan Bajo, Danau Toba, Borobudur, dan lain-lain,” katanya.

Pemerintah juga memiliki dana cadangan bencana dalam APBN senilai Rp5 sampai Rp10 triliun per tahun sejak 2004, untuk disalurkan kepada pemerintah di daerah yang mengalami bencana sehingga mereka bisa melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. Namun, nilai tersebut belum cukup mengingat kerugian yang diakibatkan oleh bencana rata-rata mencapai Rp20 triliun per tahun.

Luncurkan Pooling Fund Bencana

Untuk menutupi gap pembiayaan, pada Agustus 2021 lalu pemerintah Indonesia meluncurkan pendanaan inovatif berupa dana bersama atau Pooling Fund Bencana (PFB), yang ditandai dengan penerbitan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2021 tentang Dana Bersama Penanggulangan Bencana pada 13 Agustus 2021.

PFB merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan fiskal untuk menanggulangi dampak bencana alam dan non-alam.

PFB dibentuk agar pemerintah tidak perlu menggunakan pos anggaran lain saat dana pencadangan bencana dari APBN tidak cukup.

Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Nella Sri Hendriyetty mengatakan penggunaan pos anggaran lain untuk mengatasi bencana dapat memberatkan APBN dan membuat pertumbuhan ekonomi terganggu.

Dengan PFB, APBN hanya mendanai risiko bencana rendah, sementara risiko bencana tinggi didanai oleh PFB.
PFB pun memungkinkan pemerintah untuk mengatur strategi pendanaan risiko bencana melalui APBN atau APBD, maupun memindahkan risiko kepada pihak ketiga melalui pengasuransian aset pemerintah dan masyarakat.

“Adanya PFB diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat dari bencana dan melindungi masyarakat yang paling terdampak, yaitu masyarakat miskin dan rentan.
Saat ini pemerintah telah menunjuk Badan Pengelola Lingkuhan Hidup (BPDLH) untuk mengelola PFB dengan dana awal yang ditempatkan sebesar Rp7,3 triliun. “Saat ini kami sedang menyiapkan piranti kelembagaan, program-program, dan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola PFB,” katanya.

BPDLH akan bertindak sebagai pengelola dana secara profesional, sekaligus menyalurkan dana pada Kementerian dan Lembaga atau pemerintah daerah yang mengajukan proposal untuk mengatasi bencana.

“Jadi dana dari anggaran, transfer, dan grant itu masuk ke BPDLH dan dikelola oleh BPDLH secara profesional sesuai dengan code of conduct fund manager bagaimana dia mengelola dana tersebut. Nanti Kementerian dan Lembaga serta pemerintah daerah bisa mengajukan proposal pendanaan untuk mengatasi bencana yang harus disetujui oleh komite tersendiri,” katanya.

Dalam waktu dekat, pemerintah berharap kepercayaan investor pada PFB dapat meningkat sehingga dana yang terkumpul untuk dikelola akan bertambah banyak.

Sementara dalam 2 sampai 3 tahun ke depan, PFB akan mendanai pembelian premi asuransi seluruh gedung atau bangunan milik Kementerian dan Lembaga. PFB juga akan bergotong-royong melakukan co-financing dengan pemerintah daerah untuk mengasuransikan aset daerah sehingga nilai kerusakan akibat bencana alam yang ditanggung pemerintah dapat ditekan.

Berbagai upaya pemerintah tersebut diharapkan dapat mengurangi kerugian akibat bencana yang rentan dialami oleh Indonesia. Edukasi untuk masyarakat juga perlu dilakukan antara lain dengan mendorong masyarakat agar tanggap bencana dan mengasuransikan asetnya guna mengurangi kerugian akibat bencana. (ANT/MN-2)

Previous Post

UNICEF peringatkan 'bencana' malnutrisi anak akibat harga naik, perang

Next Post

Disney dan Pixar umumkan film animasi baru "Elemental"

Related Posts

Menkeu Purbaya bantah isu sisa uang negara Rp120 triliun
Ekonomi

Menkeu Purbaya bantah isu sisa uang negara Rp120 triliun

April 26, 2026
Acara grand opening Goffee dengan pemotongan pita oleh Owner Evandi dan istri bersama mitra kerja, di Palangka Raya, Kamis (15/5/2025). (IST)
Berita Daerah

Tempat Nongkrong Baru di Palangka Raya, Goffee Hadir 24 Jam untuk Para Pecinta Kopi

Mei 17, 2025
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memberi keterangan ketika dijumpai di sela-sela acara Rapimnas PIRA di Jakarta, Sabtu (25/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Ekonomi

Pemerintah siapkan akses modal untuk UMKM yang terlibat MBG

Januari 25, 2025
Produk minyak goreng rakyat atau MinyaKita yang disegel oleh Kementerian Perdagangan di Tangerang, Banten, Jumat (24/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Ekonomi

Mendag: Naiknya harga MinyaKita karena permainan harga di distributor

Januari 24, 2025
Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Ekonomi

Kemen BUMN-Kemendag buka akses pasar internasional untuk UMKM

Januari 24, 2025
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana saat mencoba membatik pada kain di Kampung Batik Giriloyo Desa Wukirsari Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kamis (23/1/2025) (MASAPNEWS/ANT)
Ekonomi

Menteri Pariwisata ajak generasi muda ikut lestarikan batik

Januari 23, 2025
Next Post
Film animasi “Elemental”. (MASAPNEWS/ANT/HO-Disney)

Disney dan Pixar umumkan film animasi baru "Elemental"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    716 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    287 shares
    Share 115 Tweet 72
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.