Selamat Pagi | Jumat, Mei 1, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Ekonomi

Pakar pertanian: Saatnya bangun ketahanan pangan secara berkelanjutan

adminmasap by adminmasap
Oktober 6, 2022
in Ekonomi
0
Arsip foto - Aktivitas petani menanam padi di area persawahan Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Senin (16/5/2022). (MASAPNEWS/ANT)

Arsip foto - Aktivitas petani menanam padi di area persawahan Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Senin (16/5/2022). (MASAPNEWS/ANT)

29
SHARES
221
VIEWS






MASAPNEWS – Pakar pertanian Universitas Jenderal Soedirman Prof Totok Agung Dwi Haryanto mengatakan Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober merupakan momentum untuk membangun ketahanan pangan secara berkelanjutan.

“Hemat saya, Hari Pangan Sedunia itu harus dimaknai sebagai bentuk penghargaan, kepedulian, dan revitalisasi perhatian negara seluruh dunia terhadap arti penting pangan, arti penting produsen pangan,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.

Selain itu, kata dia, isu dunia sejak zaman dulu sampai 100 tahun ke depan sebenarnya hanya ada dua, yaitu pangan dan energi.

Oleh karena itu, momentum Hari Pangan Sedunia semestinya juga untuk menyadarkan kembali kepada semua pihak bahwa petani merupakan aktor yang paling berkontribusi dalam penyediaan pangan bagi seluruh umat di dunia.

“Kalau petani sebagai aktor paling depan dalam menyiapkan pangan sampai tidak sejahtera, hal itu sebetulnya tanggung jawab semua pihak khususnya negara,” ujarnya.

Prof Totok pun mengutip pernyataan Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda asal Inggris yang berkuasa di Indonesia pada tahun 1811-1816.

Menurut dia, Raffles mengaku kagum terhadap kesuburan Indonesia, sehingga apabila pengelolanya mampu memanfaatkan kesuburan tersebut, akan menjadikan negeri itu yang paling makmur di seluruh dunia.

“Nah, Indonesia juga dikenal sebagai negara megabiodiversitas nomor satu di dunia, maka potensi yang dimiliki itu, baik yang dinyatakan oleh Raffles maupun secara fakta kita memang memiliki sumber daya yang luar biasa, itu hendaknya bisa betul-betul untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,” kata Guru Besar Fakultas Pertanian Unsoed itu.

Oleh karena itu jika pemerintah ingin menggali kembali spirit dan komitmen melalui Hari Pangan Sedunia, kata dia, program-program yang dibuat pemerintah hendaknya lebih kuat lagi dan pro kepada petani.

Apabila petani-petani itu bisa dibuatkan kegiatan atau program yang mampu menyejahterakan petani, otomatis mereka akan bekerja sesuai kompetensinya menghasilkan pangan untuk seluruh negeri itu dengan bahagia dan penuh semangat.

Ketika petani bekerja dengan bahagia, secara otomatis produksi, produktivitas, dan mutu dari pangan yang dihasilkan akan menjadi lebih baik karena petani sudah yakin bahwa apa yang akan mereka panen itu akan dihargai dengan baik oleh negara maupun rakyat.

“Sebaliknya kalau kita tidak terlalu peduli dengan kesejahteraan petani, petani itu melakukan pekerjaannya karena tidak punya pilihan, kemudian mereka tidak bisa bekerja maksimal dan akibatnya juga nanti produksi, produktivitas, dan mutu dari tanaman yang ditanam untuk penyiapan pangan itu tidak maksimal,” katanya.

Lebih lanjut, pemulia tanaman padi itu mengatakan beberapa program yang lebih pro kepada petani di antaranya bagaimana komitmen reforma agraria dan penyediaan sarana produksi sesuai kebutuhan pada waktu yang dibutuhkan oleh petani dan bisa diakses sesuai kemampuan mereka.

Selain itu, bagaimana menghilangkan ketakutan dan kekhawatiran petani bahwa panen mereka nantinya tidak bisa terjual dengan harga layak, kemudian kebijakan subsidi lebih tepat sasaran, serta revitalisasi kelembagaan petani maupun penyuluh pertanian lebih dioptimalkan.

Terkait dengan upaya membangun ketahanan pangan secara berkelanjutan, ia mengatakan hal itu harus tetap dilakukan dengan memerhatikan kelestarian lingkungan hidup.

“Ketika kita memanfaatkan seluruh sumber daya alam yang kita miliki, mengambil nilai ekonomi dari sumber daya tersebut khususnya untuk kebutuhan pangan, kita tidak boleh melupakan kelestarian lingkungan hidup,” tegasnya.

Menurut dia, beberapa praktik produksi pangan di sejumlah wilayah Indonesia ada yang mulai tidak lagi memerhatikan kelestarian lingkungan hidup seperti teknik budi daya tanaman sayuran di dataran tinggi yang belum atau bahkan tidak mempertimbangkan keberlanjutan sumber daya yang dimiliki.

Teknik-teknik budi daya yang tidak konservatif itu perlu mendapat perhatian karena telah mengakibatkan terjadinya erosi, pendangkalan di waduk atau bendungan, dan tanah timbul di wilayah-wilayah selatan Jawa Tengah.

“Sebaliknya kawan-kawan yang concern dengan konservasi lingkungan hidup juga harus sadar bahwa lingkungan hidup itu memang juga disiapkan untuk produksi pangan dan nilai ekonomi,” ujarnya.

Ia mengaku kurang sepakat kalau karena konservasi lingkungan hidup itu kemudian mengalahkan atau menghilangkan arti sumber daya sebagai aset untuk produksi pangan.

Artinya, kata dia, harus ada keseimbangan antara dua sisi yang berseberangan, yakni antara produksi pangan dan keberlanjutan tersebut tidak lain juga demi anak cucu pada masa-masa yang akan datang.

Selain teknik budi daya,penggunaan bahan-bahan kimia seperti pestisida dan pupuk yang harus lebih dikendalikan agar tidak semakin merusak lingkungan.

“Bisa jadi negara yang subur makmur dan memiliki keanekaragaman hayati yang tumbuh saat ini, maka 50 tahun yang akan datang kalau tidak ada konservasi akan terjadi kebalikannya, menjadi malapetaka bagi anak cucu kita,” kata Prof Totok. (ANT/MN-2)

Previous Post

Legislator Kotim minta masyarakat turut awasi prostitusi online

Next Post

RI bawa R20 ke jantung diplomasi dunia tawarkan agama sebagai solusi

Related Posts

Menkeu Purbaya bantah isu sisa uang negara Rp120 triliun
Ekonomi

Menkeu Purbaya bantah isu sisa uang negara Rp120 triliun

April 26, 2026
Acara grand opening Goffee dengan pemotongan pita oleh Owner Evandi dan istri bersama mitra kerja, di Palangka Raya, Kamis (15/5/2025). (IST)
Berita Daerah

Tempat Nongkrong Baru di Palangka Raya, Goffee Hadir 24 Jam untuk Para Pecinta Kopi

Mei 17, 2025
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memberi keterangan ketika dijumpai di sela-sela acara Rapimnas PIRA di Jakarta, Sabtu (25/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Ekonomi

Pemerintah siapkan akses modal untuk UMKM yang terlibat MBG

Januari 25, 2025
Produk minyak goreng rakyat atau MinyaKita yang disegel oleh Kementerian Perdagangan di Tangerang, Banten, Jumat (24/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Ekonomi

Mendag: Naiknya harga MinyaKita karena permainan harga di distributor

Januari 24, 2025
Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Ekonomi

Kemen BUMN-Kemendag buka akses pasar internasional untuk UMKM

Januari 24, 2025
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana saat mencoba membatik pada kain di Kampung Batik Giriloyo Desa Wukirsari Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kamis (23/1/2025) (MASAPNEWS/ANT)
Ekonomi

Menteri Pariwisata ajak generasi muda ikut lestarikan batik

Januari 23, 2025
Next Post
Wakil Ketua Pelaksana Forum R20 Safira Machrusah. (MASAPNEWS/ANT/HO-R20 PBNU)

RI bawa R20 ke jantung diplomasi dunia tawarkan agama sebagai solusi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    716 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    287 shares
    Share 115 Tweet 72
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.