MASAPNEWS – Limbah kayu gaharu merupakan salah satu jenis hasil alam untuk bisa dikembangkan secara berkelanjutan. Gaharu nama latinnya Aquilaria Malaccensis tanaman yang tumbuh di alam dapat mengeluarkan aromatik bernilai ekonomi.
Salah satu pengrajin limbah kayu gaharu Darminto (40) mengatakan, ketika di bakar, kayu gaharu ini bisa mengeluarkan bau asap yang sangat unik dan aromantik untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
“Saya tertarik dari usaha pengrajin gaharu ini ketika terjadinya korona. Saat itu, saya rasa penasaran ingin mencoba walaupun dengan dana yang sangat minim,” ujar Darminto di tempat usahanya jalan Kini Balu Palangkaraya.
Ditambahkan dia, gaharu jenis kayu memiliki berbagai macam warna dan kandungan damar wangi yang paling mahal di dunia. Di Kalteng ini sendiri terdapat beberapa jenis, yakni kayu gaharu ramin, agathis, angkaras, dan laka.
Selain lokal, kayu gaharu ini dikirim sampai ke mancanegara, salah satunya negara China yang dipakai sebagai obat korona. Bahkan bisa dapat digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit kronis.
Dia menyebut, untuk kerajinan dari kayu gaharu harganya bervariasi tergantung besar kecilnya barang. Dari Rp35 ribu hingga Rp100 ribu. Sedangkan untuk minyak wangi mulai Rp250 ribu per botol.
Sedangkan kapasitas produksi rata-rata sekitar 10 ton/bulan. Nilai transaksi ekspor antara Rp250 juta hingga Rp500 juta setiap bulannya. Saat ini jumlah tenaga kerja yang ada delapan orang karyawan. (HY/MN2)









