Selamat Pagi | Senin, Maret 16, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Gaya Hidup

Kemendikbudristek sebut merawat kebudayaan dimulai dari merawat bumi

adminmasap by adminmasap
Oktober 15, 2023
in Gaya Hidup
0
Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Fitra Arda saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi pemajuan kebudayaan sebagai haluan pembangunan di Surakarta, Minggu (15/10/2023). (MASAPNEWS/ANT)

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Fitra Arda saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi pemajuan kebudayaan sebagai haluan pembangunan di Surakarta, Minggu (15/10/2023). (MASAPNEWS/ANT)

30
SHARES
233
VIEWS






MASAPNEWS – Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Fitra Arda menyatakan bahwa merawat kebudayaan dimulai dari merawat bumi.

“Hal yang sedang kita upayakan saat ini adalah jalan kebudayaan untuk hidup berkelanjutan, artinya kalau kita merawat bumi, kita juga merawat kebudayaan,” kata Fitra di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu.

Ia mencontohkan salah satu tanaman bambu yang hampir seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan, baik itu untuk pangan masyarakat maupun untuk melestarikan kebudayaan di Indonesia.

“Seandainya tidak ada bambu, tidak akan ada alat musik angklung, sasando, dan lain sebagainya,” ujar dia.

Ia menjelaskan, ada tiga kebijakan baru yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek, pertama, yakni prinsip pengarusutamaan, dimana pembangunan kebudayaan harus berdasarkan pada kearifan lokal.

Kedua, melibatkan peran masyarakat, artinya pemerintah hanya sebagai fasilitator, karena semestinya dalam pembangunan, masyarakat perlu didengarkan dan ikut mengambil andil dalam pemajuan kebudayaan.

Ketiga, membangun ekosistem budaya, artinya menghidupkan kekhasan budaya yang ada di masing-masing daerah, mengingat ekosistem di Indonesia yang beragam, terdiri dari laut dan darat sehingga harus disesuaikan.

“Jadi budaya itu tidak pernah lepas dari ekosistem alam, tari misalnya, tidak akan ada kalau kain batiknya tidak ada, nah pewarna alami batik tulis itu kan dari alam, musiknya juga, tidak akan hidup kalau tanpa ada gamelan atau kolintang misalnya,” tuturnya.

Ia mengutarakan, Indonesia telah memiliki Undang-Undang nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

UU tersebut merupakan implementasi dari pasal 32 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yang berbunyi “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya.”

“Jadi kita tidak ingin artefak yang membentuk kebudayaan Indonesia, melainkan kebudayaan masyarakat kita-lah yang menghasilkan artefak tersebut,” paparnya.

Ia juga mengucapkan, pemerintah memiliki instrumen penilaian berupa Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) di tingkat nasional maupun daerah, yang menilai apakah pokok-pokok pikiran tentang pemajuan ekosistem kebudayaan sudah dijalankan dengan benar atau belum.

Indeks ini berpedoman pada penilaian yang telah dikembangkan oleh UNESCO, yang tentunya menyesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika kebudayaan baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Ke depan, kita tentu ingin kebudayaan ini sudah tidak lagi berbicara tentang menghabiskan anggaran, tetapi investasi, yakni kebudayaan sebagai pembangunan dasar negara kita ini,” demikian Fitra Arda. (ANT/MN-2)

Previous Post

KPAI desak Kominfo dan Polri blokir game online berunsur perjudian

Next Post

Menkeu: RI perkuat hilirisasi guna bertahan di tengah tensi geopolitik

Related Posts

Acara grand opening Goffee dengan pemotongan pita oleh Owner Evandi dan istri bersama mitra kerja, di Palangka Raya, Kamis (15/5/2025). (IST)
Berita Daerah

Tempat Nongkrong Baru di Palangka Raya, Goffee Hadir 24 Jam untuk Para Pecinta Kopi

Mei 17, 2025
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti ditemui di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (25/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Gaya Hidup

Mendikdasmen umumkan UN model baru setelah ada aturan PPDB

Januari 25, 2025
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (MASAPNEWS/ANT/HO/Kementerian Kebudayaan)
Gaya Hidup

Menbud bentuk dewan pengawas untuk museum dan cagar budaya

Januari 25, 2025
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (lima dari kiri) saat menerima kunjungan dari ICMI membahas lansia produktif untuk menyambut bonus demografi di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Jumat (24/1/2025). (MASAPNEWS/ANT/HO-Kemendukbangga/BKKBN)
Gaya Hidup

Mendukbangga sebut lansia produktif bisa kurangi beban fiskal

Januari 24, 2025
Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj. (MASAPNEWS/ANT/Ho-Komnas Haji dan Umrah)
Gaya Hidup

Komnas Haji: Pelibatan KPK untuk pendampingan haji 2025 sudah tepat

Januari 24, 2025
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kedua kiri) ketika ditemui usai rapat koordinasi terkait Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Jakarta, Kamis (23/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Gaya Hidup

Menko PMK: Kick-off Pemeriksaan Kesehatan Gratis secepatnya

Januari 23, 2025
Next Post
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat wawancara dengan CNBC di tengah rangkaian Annual Meetings World Bank dan IMF 2023 di Maroko, Jumat (13/10/2023). (MASAPNEWS/ANT/HO-Kementerian Keuangan)

Menkeu: RI perkuat hilirisasi guna bertahan di tengah tensi geopolitik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    712 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    492 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    450 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    390 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    282 shares
    Share 113 Tweet 71
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.