Selamat Pagi | Senin, April 20, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Gaya Hidup

KKI Warsi: Ada ancaman hutan gundul dari program ketahanan pangan

adminmasap by adminmasap
Januari 10, 2025
in Gaya Hidup
0
Direktur KKI Warsi Adi Juneidi. (MASAPNEWS/ANT)

Direktur KKI Warsi Adi Juneidi. (MASAPNEWS/ANT)

27
SHARES
204
VIEWS






MASAPNEWS – Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi mengkhawatirkan ada potensi ancaman terhadap hilangnya tutupan hutan atau hutan gundul akibat kebijakan pemerintah pada program ketahanan pangan yang jika dalam pelaksanaan nanti tidak tepat sasaran di lapangan.

Direktur KKI Warsi, Adi Junedi di Jambi, Jumat, mengaku khawatir terhadap potensi ancaman terhadap kebijakan program ketahanan pangan itu terjadi penebangan hutan secara masif untuk mendapatkan lahan dalam menjalankan program pemerintah itu.

“Ketahanan pangan itu penting, tetapi lahannya harus dipastikan tidak ada masalah nantinya, sehingga program itu berjalan dan seiring dengan pelestarian dan penambahan tutupan hutan di Tanah Air,” katanya.

Program pemerintah itu penting, tetapi bagaimana hutan tidak rusak; Oleh karena itu, solusinya adalah lokasi ketahanan pangan itu di area yang sudah tidak berhutan, lahan terbuka seperti lahan bekas tambang.

Untuk di Provinsi Jambi bisa digunakan di daerah Sungai Manau Kabupaten Merangin yang sebenarnya bisa direklamasi dikembangkan di luar hutan.

Adi mengatakan di area bekas tambang yang mesti ada upaya reklamasi bisa berfungsi untuk upaya ketahanan pangan yang dipermanenkan menjadi area food estate, karena kalau di area berhutan pasti ada kompensasi penebangan hutan baru.

Kemudian, harus ada komitmen golongan atau kelompok yang harus memenuhi ketentuan tidak menebang hutan yang akan berakibat bencana ekologi, sehingga itu bisa memperparah kondisi sebagian alam di Indonesia.

“Kenapa menolak perencanaan pembukaan di hutan, karena menimbulkan defrentasi dari 20 juta hektare menjadi enam juta hektare, dan terjadi penurunan angka yang signifikan, sementara Indonesia ini sudah berkomitmen dengan norativikasi Paris Egriment, sehingga itu menjadi komitmen Indonesia,” katanya.

Ketaatan pemerintah Indonesia yang diwakili Kementerian Kehutanan dan Kementerian Desa untuk menjaminkan ke dunia global bahwa Indonesia berkomitmen dan konsisten dengan menambah tutupan hutan.

Adi Junedi menyimpulkan KKI Warsi bukan menolak ketahanan pangan yang dibuka di dalam kawasan hutan, tetapi sebaiknya di akses hutan dan area yang selama ini kritis atau rusak.

“Kami menyarankan untuk program itu dikembangkan di area yang tidak berhutan sama area-area yang sudah tergenerasi dan kritis, sehingga itu bisa diubah menjadi upaya reklamasi,” katanya.

Untuk Provinsi Jambi,tepatnya Kabupaten Merangin ada 17 hutan desa yang disiapkan untuk ketahanan pangan itu bisa batal, karena ditolak dan sempat jadi diskusi beberapa lembaga swadaya internasional (NGO).

Lahan seluas 20 juta hektare yang akan mengubah hutan menjadi food estate dan tentu diharapkan bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk tidak meneruskan kebijakan itu, kalaupun akan diteruskan, tidak membuka hutan dan menggunakan lahan yang tidak berhutan.

“Bekas tambang sekarang kan jadi lahan yang tidak optimal untuk jangka waktu yang sangat panjang, bisa dilihat di Kabupaten Sarolangun, Batanghari, Bungo itu sudah menjadi kolam dan itu tidak bisa ada ekosistem lagi, maka direklamasi saja dan dijadikan area ketahanan pangan,” kata Adi Junedi. (ANT/MN-2)

Previous Post

DPR: Semangat juang hingga integritas demokrasi kunci Indonesia Raya

Next Post

BPOM cegah distribusi makanan tak layak dalam MBG

Related Posts

Acara grand opening Goffee dengan pemotongan pita oleh Owner Evandi dan istri bersama mitra kerja, di Palangka Raya, Kamis (15/5/2025). (IST)
Berita Daerah

Tempat Nongkrong Baru di Palangka Raya, Goffee Hadir 24 Jam untuk Para Pecinta Kopi

Mei 17, 2025
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti ditemui di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (25/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Gaya Hidup

Mendikdasmen umumkan UN model baru setelah ada aturan PPDB

Januari 25, 2025
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (MASAPNEWS/ANT/HO/Kementerian Kebudayaan)
Gaya Hidup

Menbud bentuk dewan pengawas untuk museum dan cagar budaya

Januari 25, 2025
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (lima dari kiri) saat menerima kunjungan dari ICMI membahas lansia produktif untuk menyambut bonus demografi di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Jumat (24/1/2025). (MASAPNEWS/ANT/HO-Kemendukbangga/BKKBN)
Gaya Hidup

Mendukbangga sebut lansia produktif bisa kurangi beban fiskal

Januari 24, 2025
Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj. (MASAPNEWS/ANT/Ho-Komnas Haji dan Umrah)
Gaya Hidup

Komnas Haji: Pelibatan KPK untuk pendampingan haji 2025 sudah tepat

Januari 24, 2025
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kedua kiri) ketika ditemui usai rapat koordinasi terkait Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Jakarta, Kamis (23/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Gaya Hidup

Menko PMK: Kick-off Pemeriksaan Kesehatan Gratis secepatnya

Januari 23, 2025
Next Post
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar kedua kiri dan Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan) dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)

BPOM cegah distribusi makanan tak layak dalam MBG

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    715 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    390 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    286 shares
    Share 114 Tweet 72
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.