MASAPNEWS – Semangat Restorative Justice atau keadilan restoratif terus digaungkan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas. Terbaru, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gunung Mas berhasil memediasi penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas ganda secara kekeluargaan yang melibatkan dua pengendara motor di wilayah hukumnya.
Kegiatan mediasi yang berlangsung sejuk ini dilaksanakan di Aula Satlantas Polres Gunung Mas pada Senin (04/05/2026) pukul 11.00 WIB. Pertemuan tersebut mempertemukan keluarga dari pihak saudara Kiboe, pengendara Honda Beat KH 6942 HP, dengan keluarga saudara Jefen Riikhard Abineno, pengendara Honda Beat Street KH 5061 HP.
Langkah mediasi ini merupakan tindak lanjut dari insiden kecelakaan yang terjadi pada Minggu sore, 26 April 2026 lalu, di ruas Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Tumbang Anjir. Kecelakaan tersebut sempat mengakibatkan para pengendara dan penumpang mengalami luka-luka serta kerugian materiil mencapai jutaan rupiah.
Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas Iptu Eko Erry Setiawan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kepolisian hadir bukan sekadar sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penengah yang memberikan solusi terbaik bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Atas petunjuk Bapak Kapolres, kami mengedepankan sisi humanis dalam menangani perkara ini. Mediasi ini adalah wujud kehadiran Polri dalam memberikan rasa keadilan yang mufakat, di mana kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan menyelesaikan masalah tanpa melalui jalur litigasi yang panjang,” ujar Iptu Eko Erry Setiawan, Selasa (5/5/2026) pagi.
Proses mediasi dipimpin langsung oleh PS Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunung Mas, Aipda Erry, S.I.Kom., didampingi Bripda Yoghi Lauren. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, petugas menjelaskan kronologis dan faktor penyebab laka lantas sebagai bahan pembelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan dipicu oleh kurangnya kewaspadaan saat berkendara di persimpangan jalan. Polisi menekankan pentingnya konsentrasi penuh, terutama saat hendak berbelok di area yang padat aktivitas seperti persimpangan menuju Jalan Adonis Samad maupun arah Stadion Kuala Kurun.
Melalui diskusi yang edukatif tersebut, kedua belah pihak menyadari bahwa musibah ini merupakan pelajaran berharga. Mereka sepakat menandatangani surat pernyataan perdamaian dan berkomitmen untuk lebih tertib dalam berlalu lintas guna menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Kasat Lantas juga menambahkan imbauan kepada orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak di bawah umur yang mengoperasikan kendaraan bermotor. Hal ini merujuk pada salah satu pihak yang terlibat masih berstatus pelajar, sehingga pembinaan dari lingkungan keluarga dianggap sangat krusial.
Hingga kegiatan berakhir pada siang hari, situasi di Aula Satlantas terpantau aman dan terkendali. Keberhasilan mediasi ini diharapkan menjadi contoh positif bagi masyarakat Gunung Mas bahwa penyelesaian masalah dengan kepala dingin dan hati yang lapang jauh lebih bermartabat demi menjaga kerukunan antarwarga. (IST)








