MASAPNEWS – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Hal itu dibahas dalam kunjungan kerja dan sharing informasi Perwira Tinggi (Pati) Mabes TNI Angkatan Darat (AD) di Kabupaten Gumas, Rabu (9/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Rapat Kantor Bupati Gumas tersebut menjadi forum bertukar informasi sekaligus membahas strategi penanggulangan karhutla yang masih berlangsung di Kalimantan Tengah, khususnya di Gumas.
Wakil Bupati Gumas Efrensia L.P. Umbing memaparkan kondisi terkini karhutla dan langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah. Berdasarkan data Pemkab Gumas, sejak Januari hingga 7 September 2026 tercatat 4.879 titik hotspot dengan estimasi luas area terbakar mencapai 2.439,5 hektare. Dari jumlah tersebut, karhutla yang berhasil ditangani tercatat sebanyak 80 titik dengan luas sekitar 146,433 hektare.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemkab Gumas menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla selama 30 hari, mulai 1 hingga 30 September 2026. Penetapan status tersebut mempertimbangkan ISPU, FFMC, jumlah hotspot, jarak pandang, serta dampak yang ditimbulkan.
Dalam penanganannya, Pemkab Gumas mengerahkan kekuatan lintas sektor yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, hingga dunia usaha. Upaya yang dilakukan antara lain patroli terpadu, pemantauan hotspot, penggunaan drone, serta pengaktifan posko tanggap darurat.
Keterbatasan armada dan sumber air menjadi salah satu kendala di lapangan. Sebanyak 23 OPD yang memiliki kendaraan double cabin maupun pikap turut dikerahkan untuk membantu distribusi air bagi tim gabungan.
Pemkab Gumas juga telah mengusulkan 12 unit mobil atau truk pemadam kepada Pemprov Kalteng. Dari usulan tersebut, baru dua unit yang diperoleh. Selain itu, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan 254 titik sumur bor di wilayah rawan karhutla yang juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih masyarakat.
Sementara itu, Brigjen TNI Zulkifli mengatakan kunjungan tim Mabesad ke Kalteng merupakan bagian dari upaya memperkuat pertukaran informasi dan diskusi terkait penanggulangan karhutla.
“Kami dari Mabesad ada 35 orang dan tersebar di tiga kabupaten dan satu kota, yakni Palangka Raya, Gunung Mas, Buntok dan Pulang Pisau,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan strategi pencegahan dan penanggulangan karhutla oleh Brigjen TNI Agustinus Dedy Prasetyo, serta diskusi bersama peserta. (ist)









