MASAPNEWS – Pemerintah Kabupaten Lamandau mendukung program patriot energi ACCESS yang merupakan bagian kemitraan antara United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia dan Kementerian ESDM RI. Program ini berasal dari dana hibah Korea International Cooperation Agency (KOICA) melalui proyek ACCESS (Accelerating Clean Energy to Reduce Inequality).
“Kita harus mendukung kehadiran para patriot energi ini, tentunya dapat membantu masyarakat secara mandiri untuk mengelola sumber energi yang tersedia, dan mengidentifikasi potensi di wilayah tersebut,” kata Wakil Bupati Lamandau, Riko Porwanto, Senin (27/9/2021).
Menurut dia, masyarakat bisa memanfaatkan dari program ini dengan biaya kompetitif dengan manajemen sederhana, sehingga di daerah yang terpencil dapat mengupayakan energinya sendiri. Para patriot energi ini juga dapat menjadi pemantik perubahan bagi masyarakat di desa yang belum menikmati listrik.
Patriot energi khusus ACCESS Program ini akan bertugas mendampingi masyarakat di desa, khususnya di Kabupaten Lamandau, untuk mengembangkan layanan listrik dari energi bersih dan berkelanjutan yang bersumber dari tenaga surya.
Dia menambahkan, para 23 patriot energi ini adalah sarjana yang telah terpilih dari berbagai latar belakang pendidikan. Tugas mereka mendampingi masyarakat selama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan pengalaman kerja lebih dari tiga tahun.
Selain itu, ujar dia, para patriot ini juga membantu serah terima aset PLTS dari Kementerian ESDM ke pemerintah desa, memfasilitasi pemilihan, pelatihan sertifikasi operator local, membentuk unit pengelola listrik desa, dan membantu memetakan potensi ekonomi desa.
“Sebagai fasilitator yang bertindak di daerah nantinya bisa membantu program dieselisasi PT PLN (Persero) dan dapat mendukung kemandirian listrik desa, khususnya pada pemanfaatan PLTS terpusat dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH),” jelas Riko.
Diketahui, program patriot energi yang akan bertindak sebagai fasilitator di Kabupaten Lamandau ada dua desa, yakni Desa Tamiang Kecamatan Bulik dan Desa Batu Tunggal Kecamatan Bulik Timur yang dimulai di tahun 2021 ini. (HY/MN-2)









