MASPNEWS – Sekda Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Yansiterson mengatakan bahwa pangan dan gizi sangat menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang.
Hal itu disampaikan Yansiterson dalam sambutan tertulisnya yang dibaca Kepala Bappedalitbang Kabupaten Gumas, Yantrio Aulia saat membuka rapat koordinasi Pelaksanaan Sinergitas dan Harmonisasi Percepatan Pencapaian Target Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG), di Kuala Kurun, Selasa (30/11/2021).
“Pangan dan gizi sangat menentukan kualitas SDM Kabupaten Gumas di masa mendatang dan berpengaruh terhadap kemampuan daya saing masyarakat Kabupaten Gumas, baik di tingkat regional, nasional maupun global,” ucapnya.
Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pangan dalam rumah tangga, terutama pada ibu hamil dan anak balita, terlebih saat 1.000 Hari Pertama Kehidupan, akan berakibat pada kekurangan gizi yang berdampak pada lahirnya generasi muda yang tidak berkualitas.
Sehingga, ujar dia, jika tidak dilakukan penanganan segera dan berlangsung lama maka akan menyebabkan kehilangan generasi atau lost generation yang dapat mengganggu tatanan sosial, ekonomi, budaya, ketahanan pangan serta kepentingan pembangunan Kabupaten Gumas ke depan.
“Saya berharap agar acara ini memberikan evaluasi pencapaian sasaran Pembangunan Pangan dan Gizi secara lintas sektor yang dilakukan oleh perangkat daerah di Kabupaten Gumas, agar dapat berjalan sesuai harapan yang kita inginkan bersama,” imbuhnya.
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Gumas, Yantrio Aulia dalam laporan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bidang Perekonomian, Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada Bappedalitbang Gumas Yeremia Dodi mengatakan, kegiatan hari ini penting untuk dicermati.
Sebab, sambung dia, apa yang sudah disusun dalam dokumen RAD-PG kabupaten untuk tahun 2021-2024 adalah sebagai panduan dan arahan dalam melaksanakan pembangunan pangan dan gizi bagi institusi pemerintah, baik pada tataran kabupaten, kecamatan dan desa.
Sejalan dengan RAN–PG 2014-2019, Pemkab Gumas telah menjadikan RAD–PG 2021–2024 menjadi perhatian untuk dijabarkan dalam matriks rencana aksi yang menjadi bagian pembangunan pangan dan gizi kabupaten selama lima tahun ke depan.
Matriks ini mengintegrasikan pembangunan pangan, kesehatan, ekonomi, pendidikan dan partisipasi masyarakat dalam keluarga, pemuda, tokoh agama/adat/masyarakat, untuk perbaikan gizi 1000 HPK dan penurunan stunting dengan penanggulangan kemiskinan, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan partisipasi bapak serta keluarga.
“Selanjutnya, penyelenggaraan urusan wajib pelayanan masyarakat di daerah perlu diperjelas sehingga setiap perangkat daerah dapat mengalokasikan kegiatan-kegiatan prioritas yang saling menunjang sekaligus memberi arah pembangunan berdasarkan prioritas wilayah rawan pangan dan gizi,” tandasnya. (GCM/MN-2)









