MASAPNEWS – Perahu klotok (kapal) feri memang jadi transportasi tradisional penyeberangan sungai yang sering digunakan oleh masyarakat untuk jalan pintas. Terutama bagi pengguna mobil dan motor yang sedang melakukan penyeberangan.
Seperti halnya di Kota Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yang masyarakatnya masih mengunakan feri. Jadi, sudah jelas transportasi yang diberikan oleh pemilik jasa penyeberangan sungai sering digunakan oleh masyarakat.
Untuk itu, Jumat (25/2/2022) Wartawan Masapnews bertemu dan berbincang langsung dengan salah seorang pengguna feri, sebut saja Rara. Dalam pertemuan itu, Rara menceritakan dengan santai.
“Selama saya naik kapal feri ini yang sering saya lakukan untuk menyeberangi Sungai Kahayan ini seperti mau naik pesawat,” ujar Rara sambil tersenyum.
Diakui dia, naik kapal feri yang dibuat secara tradisional ini sangat unik dengan menggandengkan dua perahu. Dan tarifnya pun sebesar Rp5.000 untuk kendaraan roda dua, dan roda empat (mobil) Rp20.000 yang langsung dibayar kepada pengelola kapal feri.
Menyeberangi sungai dengan kapal feri bagi dirinya asyik dan menarik untuk menikmati perjalanan di perairan sungai Kahayan, walaupun singkat dan cepat sampai, kata Rara yang kesehariannya membatu kakaknya berjualan di jalan lintas Trans Kalimantan.
“Naik kapal feri di Sungai Kahayan ini bisa mempercepat dan mempermudah saya untuk melakukan penyeberangan secara cepat dan singkat. Semoga kapal feri ini tetap bertahan,” harapnya. (HY/MN-2)









