MASAPNEWS – Pemerintahan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU terus menggenjot pengerjaan proyek multi years atau tahun jamak, dengan tetap mengutamakan kualitas.
“Jadi Kabupaten Gumas khususnya di DPU ada empat kegiatan tahun jamak kontrak multi years, semua kegiatan ini secara kontraktual harus habis tahun 2022 ini,” ucap Bupati Jaya S Monong melalui Kepala DPU Baryen di Kuala Kurun, Jumat (22/4/2022).
Dia mengakui kegiatan multi years tidak berjalan sesuai dengan rencana, sehingga ada keterlambatan. Pihaknya sudah berupaya untuk mengatasi dan menjaga agar pengerjaan sesuai jalur rencana.
Upaya yang dilakukan di antaranya DPU Gumas sudah melakukan sejumlah rapat monitoring, termasuk rapat pembuktian keterlambatan pekerjaan pada pekerjaan konstruksi atau Show Cause Meeting (SCM).
“SCM berfungsi mendata progres pengerjaan, berapa selisihnya. Dari selisih itu kita membuat target supaya mereka bisa mengejar selisih tersebut,” ujarnya.
Kemudian dalam periode tertentu ada uji coba atau trial, jika pihak ketiga yang mengerjakan proyek multiyears mampu dalam uji coba tersebut, maka pengerjaan akan berjalan dengan tepat waktu.
DPU Gumas juga terus memantau percepatan pengerjaan keempat proyek multi years.
Adapun keempat proyek multiyears tersebut adalah peningkatan ruas jalan Desa Parempei, Kecamatan Rungan Barat menuju Harang Karamat, Desa Bereng Jun, Kecamatan Manuhing.
Lalu, ruas jalan penghubung Kelurahan Tumbang Miri menuju Desa Batu Tangkoi, Kecamatan Kahayan Hulu Utara menuju Kelurahan Tumbang Marikoi, Kecamatan Damang Batu.
Kemudian, peningkatan ruas jalan penghubung Kelurahan Tumbang Miri menuju Desa Tumbang Sian, Kecamatan Kahayan Hulu Utara menuju Kelurahan Tumbang Napoi, Kecamatan Miri Manasa.
Selain itu ada pembuatan pile slab menuju oprit jembatan Sei Kahayan di Kecamatan Sepang. Jembatan tersebut akan menghubungkan antara Desa Sepang Kota dan Kelurahan Sepang Simin.
Dia mengakui, pekerjaan mengalami keterlambatan seperti jadwal yang diharapkan. Salah satu faktornya adalah kondisi cuaca yang agak ekstrim beberapa waktu lalu.
Ditambah lagi kemungkinan para pekerja yang berasal dari luar Kabupaten Gumas akan mudik menyambut Lebaran, yang sedikit banyak akan mempengaruhi progres pengerjaan multi years.
“Kami akan mengejar waktu dengan sangat ketat, memaksimalkan waktu yang ada, namun dengan tetap memperhatikan mutu pengerjaan. Memang perlu upaya yang luar biasa agar tidak terlambat lagi,” tukasnya. (GCM/MN-2)









