MASAPNEWS – Benang bintik atau batik khas Kabupaten Gunung Mas resmi diluncurkan saat malam puncak Festival Tuah Mahasur di Taman Kota Kuala Kurun, Jumat (28/10/2022).
“Benang bintik khas Gunung Mas memiliki beragam motif objek wisata yang ada di kabupaten ini,” ucap Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gunung Mas, Mimie Mariatie Jaya S Monong.
Dia menuturkan, pada tahun 2020 lalu Dekranasda Gunung Mas melaksanakan lomba desain benang bintik khas kabupaten setempat. Desain dari para peserta tadi yang diolah menjadi beragam busana, baik formal maupun non formal.
Baca juga : https://masapnews.com/2022/10/festival-tuah-mahasur-jadi-sarana-promosi-dan-pemasaran-produk-lokal/
Pada malam peluncuran benang bintik Gunung Mas ada belasan busana yang ditampilkan. Belasan busana tadi terdiri dari busana anak, remaja, dewasa, dan eksekutif.
Adapun motif yang ditampilkan di antaranya Air Terjun Batu Mahasur, Air Terjun Bawin Kameloh, Batu Suli, Taman Hutan Raya Lapak Jaru, Betang Damang Batu, dan lainnya.

Perancang official Dekranasda Gunung Mas, Steffan Adjie menambahkan, harga yang dipatok untuk busana benang bintik tadi beragam, mulai dari Rp250 ribu hingga Rp800 ribu, tergantung jenis bahan yang digunakan.
Bagi masyarakat yang ingin membeli dapat langsung mengunjungi showroom Dekranasda Gunung Mas di Kuala Kurun, atau memesan di Instagram resmi Dekranasda Gunung Mas, yakni @dekranasdakabgumas.
Ke depan secara bertahap motif yang diusung akan semakin beragam, mengingat masih banyak motif hasil lomba desain yang bisa dikembangkan menjadi motif benang bintik Gunung Mas.
Sebelumnya, Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong mengatakan, dengan dilakukannya peluncuran resmi, diharap benang bintik khas kabupaten setempat akan semakin diketahui dan dicintai masyarakat luas.
“Saya harap masyarakat mau menggunakan benang bintik Gunung Mas, baik dalam kegiatan formal maupun non formal. Sebab ciri khas benang bintik ini adalah objek wisata yang ada di kabupaten kita,” tukasnya. (GCM/MN-3)









