Selamat Pagi | Jumat, April 24, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Berita Daerah Kotawaringin Timur

Memperkenalkan sejarah Sampit bisa melalui lukisan

adminmasap by adminmasap
November 5, 2020
in Kotawaringin Timur
0
Sejumlah remaja antusias menyaksikan pameran lukisan bertema Sampit Tempo Dulu karya Elwani Sarwando atau akrab disapa Iwan, Selasa (3/11/2020). (ANT)

Sejumlah remaja antusias menyaksikan pameran lukisan bertema Sampit Tempo Dulu karya Elwani Sarwando atau akrab disapa Iwan, Selasa (3/11/2020). (ANT)

35
SHARES
270
VIEWS






MASAPNEWS – Berbagai cara dilakukan seniman di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah untuk memperkenalkan sejarah Kota Sampit kepada generasi muda, salah satunya melalui lukisan.

“Banyak generasi muda kita yang tidak mengetahui sejarah Sampit ini karena memang minimnya media pembelajaran buat mereka. Bahkan foto-foto zaman dulu juga cukup sulit mendapatkannya. Makanya melalui lukisan-lukisan ini saya berharap mereka bisa mendapat gambaran bagaimana kondisi Sampit di masa lalu,” kata Elwani Sarwando, seorang seniman Kotawaringin Timur.

Selasa (3/11), pria yang akrab disapa Iwan ini menggelar pameran tunggal lukisan karya-karyanya di Sekretariat DPD KNPI Kotawaringin Timur. Pameran itu bersamaan digelarnya sosialisasi peran pemuda dalam pemajuan kebudayaan dan kearifan lokal.

Ada belasan lukisan yang dipamerkan dalam kesempatan ini. Menurut Iwan, ini hasil sebagian kecil dari koleksi lukisan karyanya yang bertema Sampit tempo dulu, namun karena keterbatasan ruangan maka hanya sebagian yang dipamerkan.

Melalui lukisan itu, Iwan menggambarkan kondisi bangunan-bangunan di era di bawah tahun 1990, seperti kantor bupati saat masih berlokasi di pinggir sungai, kilang atau pabrik kayu Bruynzeel yang konon terbesar di Asia Tenggara saat itu, betang atau rumah panggung khas Suku Dayak serta bangunan-bangunan lainnya.

Iwan mengaku mendapat gambaran kondisi bangunan-bangunan itu dari hasil berburu foto-foto tua dari sejumlah tokoh. Suasana yang terekam dalam foto itu kemudian dituangkannya dalam goresan kuas di atas kanvas.

Melalui lukisan itu, Iwan berharap generasi muda mengetahui bahwa kemajuan Kotawaringin Timur saat ini melalui sebuah perjalanan panjang. Untuk itu generasi muda harus menghargainya dengan melakukan tindakan-tindakan positif dalam pembangunan agar daerah ini semakin maju.

Iwan mengaku senang karena karyanya mendapat tanggapan positif dari generasi muda dan banyak pihak. Dia bertekad akan terus menghasilkan karya-karya seni untuk daerah ini.

“Banyak yang menawar ingin membeli lukisan-lukisan ini, tapi sampai saat ini saya belum tertarik menjualnya. Saya justru berangan-angan bisa memiliki bangunan dan ruang pameran sendiri untuk memajang semua hasil karya saya sehingga bisa menjadi dipamerkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” harap Iwan.

Pameran lukisan Sampit Tempo Dulu ini disambut antusias. Pengunjung yang umumnya merupakan generasi milenial, banyak yang kaget dan baru mengetahui kondisi Sampit di masa lalu.

“Ini pertama kalinya saya melihat suasana Sampit zaman dulu. Pameran ini tentu sangat bermanfaat karena memberikan gambaran kepada kami tentang sejarah kota ini. Ini juga menginspirasi kami untuk berbuat hal-hal positif sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah,” kata Dwi Maulina Permatasari, salah seorang pengunjung.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur, Fajrurrahman sangat mengapresiasi pameran tunggal dan lukisan-lukisan karya Elwani Sarwando. Menurutnya, ini menjadi salah satu bentuk sumbangsih seniman terhadap pelestarian kebudayaan sekaligus edukasi kepada generasi muda terkait sejarah daerah, khususnya Sampit.

“Dengan melihat lukisan itu, generasi muda bisa membayangkan kondisi Sampit di masa lalu. Dengan begitu diharapkan mereka bisa turut mensyukuri kemajuan daerah yang sudah dicapai saat ini sehingga mereka termotivasi berbuat yang terbaik untuk daerah,” kata Fajrurrahman.

Fajrurrahman juga menyampaikan terima kasih dan rasa bangganya terhadap kepedulian serta kontribusi generasi muda dalam ikut melestarikan kebudayaan dan mempromosikan pariwisata Kotawaringin Timur. Dukungan tersebut sangat berharga demi kemajuan daerah. (ANT/MN-3)

Previous Post

Dinas PUPR cek pembangunan jembatan Tumpung Laung-Sikan

Next Post

Generasi muda Lamandau didorong menjadi petani handal

Related Posts

Anggota DPRD Kabupaten Kotim, Sutik. (IST)
DPRD Kotawaringin Timur

Legislator Kotim dukung ketegasan Gubernur terkait plasma

November 6, 2022
Anggota DPRD Kabupaten Kotim, Sutik. (IST)
DPRD Kotawaringin Timur

Pemda Kotim diminta antisipasi konflik masyarakat dan PBS

November 6, 2022
Anggota DPRD Kabupaten Kotim, Nadie Enggon. (IST)
DPRD Kotawaringin Timur

Legislator Kotim sebut IMB bisa tingkatkan PAD

November 5, 2022
Anggota DPRD Kabupaten Kotim, Nadie Enggon. (IST)
DPRD Kotawaringin Timur

Legislator Kotim ingin PAD dari galian C dimaksimalkan

November 5, 2022
Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Khozaini. (IST)
DPRD Kotawaringin Timur

Laporkan jika ada dugaan penyimpangan pembangunan

November 5, 2022
Anggota DPRD Kabupaten Kotim, Khozaini. (IST)
DPRD Kotawaringin Timur

Legislator Kotim ajak masyarakat awasi pembangunan

November 5, 2022
Next Post
Siswa SMK Negeri 1 Bulik manfaatkan lahan kosong untuk menanam jagung di Nanga Bulik, Kamis, (5/11/2020). (ANT)

Generasi muda Lamandau didorong menjadi petani handal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    715 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    390 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    287 shares
    Share 115 Tweet 72
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.