MASAPNEWS – Upaya nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui program Asta Cita Presiden RI terus digelorakan oleh jajaran Polres Gunung Mas.
Memanfaatkan momentum akhir pekan, Korps Bhayangkara ini terjun langsung ke ladang untuk monitor para petani binaan.
Kegiatan dimulai tepat pada Sabtu (2/5/2026) pagi pukul 07.00 WIB. Bertempat di area Lahan Satu, tepat di belakang Asrama Bujang Polres Gunung Mas, suasana tampak sibuk.
Tiga orang petani binaan Polres terlihat telaten menanam benih jagung varietas Garuda di lahan yang telah disiapkan dengan matang tersebut.
Penanaman ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi Polres Gunung Mas dalam memanfaatkan lahan kosong di sekitar mako.
Dengan mengubah lahan tidur menjadi area produktif, kepolisian berharap dapat memberikan contoh langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya kemandirian pangan di tingkat lokal.
Tak berhenti di lingkungan internal, monitoring juga dilakukan ke petani binaan. Satu jam berselang, yakni pukul 08.00 WIB, tim bergerak menuju lokasi kebun jagung Kelompok Tani (Poktan) Sari Bumi yang terletak di Jalan Kurun-Miwan, tepatnya di sekitar Bundaran Linau.
Poktan Sari Bumi merupakan kelompok tani binaan Bhabinkamtibmas Polsek Kurun, Bripka Ahmad Syaiful Anwar.
Di lokasi seluas 1,5 hektar ini, dilakukan pengecekan intensif terhadap pertumbuhan jagung yang sebelumnya telah ditanam secara serentak pada periode 23 hingga 26 April 2026 lalu.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan progres yang sangat menggembirakan. Benih jagung bantuan dari Polres Gunung Mas tersebut terpantau sudah mulai muncul ke permukaan tanah dengan kualitas pertumbuhan yang sehat dan seragam, menandakan perawatan yang dilakukan petani binaan berjalan optimal.
Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen Polri dalam mengawal kebijakan pemerintah terkait kedaulatan pangan nasional.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan bibit, tetapi juga melakukan pendampingan melalui Bhabinkamtibmas agar petani merasa didukung secara teknis maupun moril. Apa yang kita lihat hari ini di lahan Poktan Sari Bumi adalah bukti bahwa kolaborasi kepolisian dan petani bisa menghasilkan sesuatu yang produktif,” ujar AKBP Heru Eko Wibowo, Sabtu (2/5/2026) pagi.
Kapolres menambahkan, penggunaan bibit jagung Garuda di lahan internal Polres bertujuan untuk menciptakan percontohan yang nantinya bisa diduplikasi oleh desa-desa lain.
Harapannya, Gunung Mas tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu menjadi produsen jagung unggulan di Kalimantan Tengah.
Menutup kegiatan tersebut, Kapolres mengapresiasi kerja keras para petani dan personel Bhabinkamtibmas yang tetap semangat mengelola lahan meski di hari libur.
Sinergi ini diharapkan terus berlanjut hingga masa panen tiba, demi mewujudkan kesejahteraan petani Gunung Mas yang lebih baik. (IST)








