Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Bima Santoso mengapresiasi langkah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam merespon serangan buaya di awal tahun, yang terjadi di Desa Pelangsian Kecamatan Mentawa Baru Ketapang pada Jumat (1/1) sekitar pukul 23.30 WIB.
“Saya mengapresiasi langkah BKSDA yang cepat merespons kejadian itu, dengan memberi penyuluhan kepada warga, memasang papan peringatan waspada buaya bahkan hingga mengupayakan menangkap buaya tersebut,” ujarnya di Sampit, Rabu (6/1/2021).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan, penanganan konflik buaya dengan manusia ini tidak bisa hanya ditumpukan kepada BKSDA. Perlu dukungan semua pihak, khususnya pemerintah daerah dalam upaya melindungi masyarakatnya dari ancaman satwa buas tersebut.
“Pemerintah daerah melalui instansi terkait juga harus memantau kondisi atau titik-titik yang berbahaya. Perlu juga andil dari pemerintah daerah agar kejadian seperti ini tidak terus terulang,” kata Bima.
Untuk mencegah serangan buaya, Bima mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan mengurangi aktivitas di sungai, terlebih di saat yang dianggap rawan yakni ketika hari gelap.
Diketahui, seorang nenek bernama Bahriah (74) menderita putus tangan kiri dan patah kaki kiri setelah buaya besar menerkam tangannya saat dia mencuci tangan usai buang air besar di pinggir Sungai Mentaya, Jumat (1/1). (ANT/MN-3)








