MASAPNEWS – Pemerintah
Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah menggelar Bimbingan Teknis Aplikasi
Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dan Instrumen
Kearsipan secara online, Selasa.
Sekda Gumas Yansiterson saat membuka kegiatan secara online di Kuala Kurun
mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan masing-masing
daerah dalam hal implementasi aplikasi Srikandi.
“Kesiapan yang dimaksud baik itu dari segi sarana dan prasarana, sumber daya
manusia (SDM) kearsipan dan instrumen kearsipan seperti tata naskah dinas, klasifikasi
arsip, sistem klasifikasi keamanan dan akses arsip dinamis, serta jadwal
retensi arsip,” ucap Yansiterson.
Dia menyebut, itu semua bertujuan untuk meningkatkan layanan pemerintahan
secara lebih berkualitas, cepat, transparan dan akuntabel, pada semua tingkat
pemerintahan di Gumas, dalam pengelolaan arsip dinamis berbasis elektronik.
Agar arsip dapat berperan dan berfungsi dengan baik, maka perlu dikelola oleh
tenaga fungsional yang benar-benar profesional. Seorang pengelola arsip harus
mampu menangani dan mengelola arsip dengan baik.
Dengan demikian, sambung dia, arsip tersebut tidak menjadi sulit dan tidak
memerlukan waktu yang lama untuk ditemukan kembali, guna memperlancar
pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan secara cepat.
Dia menjelaskan, Gumas sudah mendapat link uji coba aplikasi Srikandi dari
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), yang mana nanti akan dibuat struktur
oleh ANRI bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Dinas
Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik setempat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gumas Edwin Yustian mengatakan bahwa
kegiatan bimtek ini bertujuan untuk kesiapan daerah, dalam implementasi
aplikasi sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi.
Dia menyebut, Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 679 Tahun 2020 tentang Aplikasi Umum Arsip Dinamis,
menetapkan Srikandi sebagai aplikasi umum kearsipan.
“Bimtek ini bertujuan untuk persiapan pemerintah daerah dalam implementasi
aplikasi Srikandi. Sedangkan narasumber bimtek berasal dari ANRI,” demikian
Edwin Yustian. (ANT/MN-3)









