MASAPNEWS – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) mengawali upaya ketahanan pangan keluarga di Desa Karya Bhakti, Kecamatan Rungan, dengan menyerahkan bantuan benih ikan, sayuran, dan buah.
Bupati Gumas Jaya S Monong melalui Kepala DPKP Eigh Manto saat dihubungi dari Kuala Kurun, Sabtu, mengatakan bantuan yang diserahkan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Wanita Mandiri Karya Bhakti tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Keluarga Terpadu (KAPAKAT).
“KAPAKAT sendiri merupakan program inovasi yang menyinergikan kegiatan lintas bidang, dengan fokus pemberdayaan berbasis keluarga sebagai organisasi terkecil dalam masyarakat, dirancang sejak 2025 dan mulai diimplementasikan tahun ini,” imbuhnya.
Karya Bhakti dipilih sebagai desa percontohan setelah melalui komunikasi, diskusi, serta kesepakatan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.
Program ini juga merupakan penjabaran dari program nasional ketahanan pangan mandiri, sekaligus mendukung Program Huma Betang dari pemerintah provinsi dan Program Tambun Bungai Mandiri dari Pemkab Gumas.
Penyerahan dilakukan pada Kamis (25/6). Bantuan benih ikan yang diserahkan terdiri dari gurami ukuran 3-4 sentimeter (cm) sebanyak 2.250 ekor dan nila ukuran 3-5 cm sebanyak 9.000 ekor, dilengkapi pakan benih 150 kilogram (kg) dan pakan lanjutan 450 kg.
Adapun bantuan benih sayuran yang diberikan berupa kangkung, bayam, jagung manis, lombok, terong, mentimun, dan kacang panjang, serta benih buah pepaya, untuk dikembangkan oleh anggota pokdakan.
Bantuan tersebut dilengkapi pupuk kandang 15 sak, pupuk NPK 10 bungkus, pupuk urea lima bungkus, serta pupuk organik cair tiga botol untuk menyuburkan benih sayuran dan buah tadi.
Terkait strategi di balik pemilihan komoditas, ia menjelaskan keragaman ini disengaja, agar hasil panen tidak terjadi serentak sehingga tidak menyebabkan harga anjlok, sekaligus untuk mengevaluasi komoditas yang paling cocok dikembangkan di Karya Bhakti.
Untuk komoditas ikan, nila dan gurami menjadi andalan karena keduanya bernilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan jika hasil panen melimpah. Nila unggul dari segi masa pemeliharaan yang pendek dan kemudahan perawatan, sementara gurami cocok untuk jangka panjang.
Konsep ini dirancang secara terintegrasi, di mana air kolam ikan dapat digunakan untuk menyiram tanaman sayuran di pekarangan, sehingga ada timbal balik dalam pengelolaan pekarangan keluarga secara berkelanjutan.
Yang menarik, kelompok pembudidaya ikan di desa ini terdiri dari ibu-ibu, sehingga KAPAKAT secara langsung juga mendukung Pengarusutamaan Gender (PUG) di kabupaten yang bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’.
Sejumlah kegiatan KAPAKAT telah berjalan di Karya Bhakti sejak Mei 2026, meliputi sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Gerakan Pangan Murah (GPM), demo masak diversifikasi hasil perikanan, serta penyerahan bantuan peralatan memasak.
Pada Kamis (25/6), DPKP menggandeng TP PKK Gumas menggelar sosialisasi konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal guna mencegah stunting, bersamaan dengan pemberian benih, pakan, dan pupuk tersebut.
Dengan demikian, KAPAKAT tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menciptakan generasi bebas stunting.
“Ke depan, DPKP Gumas akan memantau progres program ini agar berjalan optimal dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Karya Bhakti. Harapannya mereka dapat mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri, menekan pengeluaran keluarga, bahkan memperoleh sumber pendapatan baru,” pungkasnya. (IST)








