MASAPNEWS – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Syahbana mengingatkan pemerintah kabupaten setempat mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan sehingga anggaran terserap dengan baik.
“Sangat disayangkan kalau realisasi belanja dan serapan anggaran rendah. Padahal banyak usulan lain yang membutuhkan anggaran tapi terpaksa ditunda karena anggaran yang terbatas,” kata Syahbana di Sampit, Jumat (6/8/2021).
Syahbana mendorong agar realisasinya belanja dalam APBD 2021 ini dioptimalkan, apalagi saat ini sudah memasuki triwulan ketiga. Dia menilai saat ini masih ada program yang realisasinya masih rendah sehingga serapan anggarannya juga minim.
Tidak terkecuali program penanganan COVID-19, diharapkan dijalankan secara optimal. Serapan anggarannya juga dinilai masih rendah padahal pengalokasiannya diprioritaskan, bahkan mengalahkan program lainnya.
Seperti dalam pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2020, sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) Rp137.315.472.485,97. Angka tersebut cukup besar dan sangat disayangkan tidak terserap.
Anggaran yang tidak terserap dengan baik dinilai menjadi kerugian masyarakat. Meskipun anggarannya tidak hilang, namun seharusnya anggaran itu bisa digunakan membiayai program lain yang dibutuhkan masyarakat.
Besarnya sisa anggaran yang terserap diharapkan tidak terjadi lagi. Saat ini anggaran masih difokuskan untuk penanganan COVID-19 sehingga anggaran yang bisa digunakan untuk belanja pembangunan cukup terbatas, sehingga sangat disayangkan jika anggaran yang sudah terbatas itu ternyata tidak terserap dengan baik.
“Penganggaran untuk belanja tahun 2021 ini prosesnya tidak mudah. Ada banyak sektor lain yang harus ditunda. Makanya sangat disayangkan jika program yang sudah dianggarkan itu justru tidak bisa dilaksanakan dengan oleh eksekutif,” kata dia. (ANT/MN-3)








