MASAPNEWS – Sekda Gunung Mas (Gumas), Yansiterson mengatakan, pelaksanaan isolasi mandiri (isoman) bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di kabupaten setempat dipusatkan di masing-masing ibu kota kecamatan.
“Itu merupakan keputusan rapat yang dipimpin oleh Pak Bupati, beberapa waktu yang lalu. Sampai hari ini saya mendapat laporan sembilan kecamatan sudah menyiapkan tempat isolasinya,” ucap Yansiterson di Kuala Kurun, Selasa (10/8/2021).
Dia menjelaskan, pelaksanaan isoman dilakukan secara terpusat di masing-masing ibu kota kecamatan, agar pasien tidak lagi modar mandir ke sana ke mari. Dengan pemusatan isoman maka pengontrolan terhadap pasien lebih mudah dilakukan.
Hanya saja muncul tantangan, baik itu dalam hal penyiapan tempat, termasuk dalam hal pelayanan medis dan logistik. Awalnya diperkirakan hal itu dapat diatasi dari kontribusi dana desa masing-masing desa.
Pemerintah desa awalnya melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang anggarannya digunakan dari Dana Desa (DD). Adapun besaran DD yang digunakan yakni 8 persen.
Jika ada warga desa yang isoman di ibu kota kecamatan, maka pemerintah desa berkontribusi menggunakan anggaran 8 persen tadi. Namun ternyata ada pemerintah desa yang anggaran 8 persen tadi sudah habis. Tantangan lainnya, tidak ada yang mengetahui kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.
Walau ada berbagai tantangan, sambung dia, pada dasarnya semua kecamatan mempersiapkan ruang isoman terpusat di ibu kota kecamatan. Dia juga meminta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gumas agar mendukung pelaksanaan isoman terpusat.
“Jika memang ada persoalan terkait anggaran, sebagai dampak isoman terpusat itu, saya minta agar didukung dari Belanja Tidak Terduga. Jadi didukung dari situ,” beber dia. (GCM/MN-3)









