MASAPNEWS – Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa suhu rata-rata Indonesia sekarang ini lebih tinggi 1,2 derajat celcius dibandingkan normalnya. Sejalan dengan hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melaporkan bahwa terjadi kecenderungan kenaikan kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan puting beliung. Kejadian bencana hidrometeorologi yang diperparah dengan faktor antropogenik terus meningkat dari tahun ke tahun, dan saat ini tercatat mencapai 98 persen dari seluruh kejadian bencana di Indonesia.
Hal itu dipaparkan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng H Nuryakin saat membuka Sosialisasi Program Kampung Iklim (PROKLIM) Tingkat Provinsi Kalteng di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, dan diikuti secara virtual oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Lingkup Pemprov Kalteng, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota se-Kalteng, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten/Kota se-Kalteng, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten/Kota se-Kalteng dan Camat se-Kalteng, Rabu (25/8/2021).
Dikatakan, dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pegesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On Climate Change (Persetujuan Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim), salah satu isinya menyatakan bahwa kewajiban masing-masing negara untuk menyampaikan kontribusi yang ditetapkan secara nasional (Nationally Determined Contribution). Di mana target NDC Indonesia adalah mengurangi emisi sebesar 29 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen jika ada kerja sama internasional dari kondisi tanpa ada aksi pada tahun 2030.
“Salah satu strategi pemerintah dalam upaya mencapai target NDC Indonesia dalam upaya pengendalian perubahan iklim adalah mendorong kerja sama multipihak untuk memperkuat kapasitas dari adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui PROKLIM,” jelas Sekda Kalteng.
PROKLIM, ungkap Nuryakin, adalah Program Berlingkup Nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca. Selain itu, memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng Vent Christway dalam menyampaikan bahwa sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan PROKLIM di Provinsi Kalteng serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai perubahan iklim, penyebab dan dampak yang ditimbulkan.
“Sosialisasi ini juga untuk mendorong pelaksanaan aksi nyata yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim, serta memberikan kontribusi terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca,” jelas Vent Christway. (*/red)









