MASAPNEWS – Sekda Gunung Mas (Gumas), Yansiterson mengimbau masyarakat di daerah setempat untuk tidak lagi menyampaikan aduan, laporan atau keluhan terkait pelayanan publik di media sosial.
“Pemerintah telah menyiapkan aplikasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!). Masyarakat bisa menyampaikan di situ,” ucap dia saat sosialisasi SP4N-LAPOR! di Kuala Kurun, Kamis (26/8/2021).
Masyarakat dapat menyampaikan laporan dengan mengunjungi https://www.lapor.go.id/, bisa juga melalui SMS 1708 bagi operator Telkomsel, Indosat, dan Three, melalui akun Twitter @Lapor1708, serta aplikasi mobile baik itu android maupun IOS.
Dengan adanya SP4N-LAPOR! maka masyarakat di kabupaten bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’ tidak lagi menyampaikan laporan atau keluhan di media sosial seperti Facebook atau lainnya.
Setelah laporan masuk ke SP4N-LAPOR! maka laporan tersebut akan diproses ke perangkat daerah terkait. Ini merupakan bentuk kepedulian dan keseriusan pemerintah untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Saat ini, SP4N-LAPOR! sudah terhubung dengan 653 instansi pemerintah, yang terdiri dari 34 kementerian, 100 lembaga, 34 provinsi, 94 kota, dan 391 kabupaten. Gumas merupakan salah satu kabupaten yang terhubung SP4N-LAPOR!.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Gumas Ruby Haris mengatakan, sosialisasi ini bertujuan agar organisasi penyelenggara pelayanan publik dapat mengelola pengaduan dari masyarakat secara sederhana, cepat, tuntas, serta terkoordinasi dengan baik.
Sosialisasi dilakukan dengan metode gabungan secara tatap muka terbatas dan virtual. Peserta dibagi menjadi dua titik, yakni di Aula Bappedalitbang yang dihadiri oleh Sekda, Inspektur, Kabag Organisasi, dan pejabat penghubung dari Sembilan perangkat daerah yang mendapat laporan pengaduan pelayanan publik.
”Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini, terdiri dari di Aula Kantor Bappedalitbang 22 orang, dan di kantor masing-masing melalui zoom meeting 36 orang. Sedangkan narasumber berasal dari Diskominfosantik Kalteng,” tandasnya. (GCM/MN-2)









