MASAPNEWS – Rumah
Sakit Umum Daerah Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah mendapat
penambahan empat dokter spesialis program Pendayagunaan Dokter Spesialis
(PGDS).
Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara
Pemerintah Kabupaten Gumas dengan Sekretaris Jenderal Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia melalui video conference di Kuala Kurun, Rabu.
“Empat tambahan dokter spesialis yang didapat oleh RSUD Kuala Kurun adalah
spesialis bedah, anak, penyakit dalam, serta kebidanan dan kandungan,” ucap
Wakil Bupati Gumas Efrensia L.P. Umbing yang didampingi Direktur RSUD Kuala
Kurun Rusni D Mahar.
Dia menerangkan bahwa berdasarkan surat pernyataan dari Kemenkes maka Pemkab
Gumas memiliki beberapa tanggung jawab terhadap keempat dokter spesialis tadi,
seperti memberikan insentif daerah sesuai kemampuan daerah.
Tanggungjawab lainnya, ujar mantan Sekda Gumas ini, adalah menyediakan
kelengkapan sarana dan prasarana di rumah sakit, serta menyediakan tempat
tinggal dan jaminan keamanan bagi peserta PGDS.
Keempat dokter spesialis tersebut akan bertugas di RSUD Kuala Kurun selama
kurang lebih satu tahun. Antara dokter spesialis yang satu dengan dokter
spesialis yang lain berbeda masa tugasnya.
“Untuk spesialis bedah berakhir pada 31 Januari 2021, spesialis anak berakhir
31 Maret 2021, spesialis penyakit dalam berakhir 30 Juni 2021, serta spesialis
kebidanan dan kandungan berakhir 31 Agustus 2021,” bebernya.
Perempuan pertama yang menjadi Wakil Bupati Gumas ini menjelaskan, dengan
adanya penambahan empat dokter spesialis tersebut, maka secara keseluruhan RSUD
Kuala Kurun memiliki 11 dokter spesialis.
Adapun 11 dokter spesialis tersebut adalah dua spesialis bedah, dua spesialis
kebidanan dan kandungan, satu spesialis anak, dua spesialis penyakit dalam,
satu spesialis paru, satu spesialis patologi klinik, satu spesialis anastesi,
dan satu spesialis jiwa.
“RSUD Kuala Kurun masih memerlukan satu dokter spesialis yakni spesialis anak.
Namun kebutuhan tersebut akan segera terpenuhi, karena ada dokter dari RSUD
Kuala Kurun yang sedang menjalani tugas belajar,” jelas Efrensia. (ANT/MN-3)









