Selamat Pagi | Selasa, April 28, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Berita Daerah Kotawaringin Timur DPRD Kotawaringin Timur

Ini tanggapan DPRD terhadap pemekaran wilayah Kotim

adminmasap by adminmasap
Februari 9, 2021
in DPRD Kotawaringin Timur
0
Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Bima Santoso. (ANT)

Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Bima Santoso. (ANT)

42
SHARES
321
VIEWS






MASAPNEWS – Pemekaran wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah dengan membentuk otonomi baru, dinilai bisa menjadi alternatif solusi untuk percepatan pemerataan pembangunan wilayah dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan wilayah yang sangat luas, sementara anggaran yang dimiliki terbatas, memang berat untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Dengan membentuk daerah otonomi baru, saya yakin bisa mempercepat pemerataan pembangunan itu,” kata anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Bima Santoso di Sampit, Selasa.

Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki wilayah seluas 16.796 km2 atau 10,94 persen dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Wilayah itu terbagi atas 17 kecamatan, 168 desa dan 17 kelurahan.

Luas wilayah Kotawaringin Timur jauh belasan kali lipat jika dibanding luas wilayah sebuah kabupaten di Pulau Jawa yang umumnya di bawah 1.000 km2. Bahkan luas satu kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur ada yang lebih luas dibanding satu kabupaten di Pulau Jawa.

Kondisi di lapangan, wilayah yang sangat luas tersebut ditambah dengan infrastruktur dan anggaran yang masih terbatas yakni dengan APBD Rp1,8 triliun. Kondisi ini membuat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat belum optimal.

Infrastruktur di pelosok masih perlu peningkatan, sementara anggaran daerah terbatas. Dalam hal pelayanan seperti di bidang kesehatan dan pendidikan, masih banyak kecamatan dan desa yang kekurangan tenaga kesehatan dan guru.

Jika dilakukan pemekaran wilayah dengan membentuk otonomi baru, secara otomatis akan ada kucuran anggaran dan penempatan pegawai baru untuk daerah otonomi baru tersebut. Sementara itu di sisi Kotawaringin Timur sebagai kabupaten induk, bisa lebih fokus membangun daerah yang ada karena beban lebih ringan.

Aspirasi pemekaran wilayah juga sudah bergulir berdasarkan aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah utara yang ingin membentuk Kabupaten Kotawaringin Utara yang meliputi Kecamatan Parenggean, Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu, Tualan Hulu dan Bukit Santuai. Saat ini sedang berproses di DPR RI dan diharapkan terwujud setelah pemerintah pusat membuka keran izin pemekaran wilayah.

Selain di wilayah utara, Bima menilai aspirasi pemekaran di wilayah selatan dengan membentuk Kabupaten Kotawaringin Selatan, juga tidak berlebihan. Ini merupakan aspirasi yang wajar jika semua pihak mempunyai pandangan yang sama bahwa tujuannya untuk percepatan pemerataan pembangunan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Wilayah selatan yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit dan Pulau Hanaut, didominasi potensi sektor pertanian dan pariwisata bisa juga dijadikan daerah otonom baru. Belum lama ini Bima turun ke lapangan mengecek infrastruktur di daerah Kecamatan Pulau Hanaut dan dirinya masih melihat kondisi pembangunan yang masih memprihatinkan dan masyarakatnya yang jauh dari kata sejahtera.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa, kondisi ini sangat disayangkan karena kecamatan itu memiliki potensi ekonomi handal yang  bisa dikelola secara utuh. Potensi ekonomi di wilayah selatan dinilai akan menjadi besar jika dikelola secara sistematis.

”Dalam pikiran kami, Kotim ke depan tidak menutup kemungkinan bisa membagi wilayah untuk  dimekarkan di wilayah utara dan selatan. Jika pemekaran atau pembentukan otonom baru bisa terealisasi maka akan ada perekonomian baru yang tumbuh. Selain itu, beban untuk membangun masing-masing daerah tidak begitu berat seperti sekarang,” demikian Bima Santoso. (ANT/MN-3)

Previous Post

Anggota DPRD Kotim apresiasi Desa Eka Bahurui percontohan 'Lewu Isen Mulang'

Next Post

Wabup Gumas pimpin rakor pemanfaatan dermaga Kota Kuala Kurun

Related Posts

Anggota DPRD Kabupaten Kotim, Sutik. (IST)
DPRD Kotawaringin Timur

Legislator Kotim dukung ketegasan Gubernur terkait plasma

November 6, 2022
Anggota DPRD Kabupaten Kotim, Sutik. (IST)
DPRD Kotawaringin Timur

Pemda Kotim diminta antisipasi konflik masyarakat dan PBS

November 6, 2022
Anggota DPRD Kabupaten Kotim, Nadie Enggon. (IST)
DPRD Kotawaringin Timur

Legislator Kotim sebut IMB bisa tingkatkan PAD

November 5, 2022
Anggota DPRD Kabupaten Kotim, Nadie Enggon. (IST)
DPRD Kotawaringin Timur

Legislator Kotim ingin PAD dari galian C dimaksimalkan

November 5, 2022
Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Khozaini. (IST)
DPRD Kotawaringin Timur

Laporkan jika ada dugaan penyimpangan pembangunan

November 5, 2022
Anggota DPRD Kabupaten Kotim, Khozaini. (IST)
DPRD Kotawaringin Timur

Legislator Kotim ajak masyarakat awasi pembangunan

November 5, 2022
Next Post
Wabup Gumas Efrensia L.P Umbing memimpin rakor sinkronisasi pemanfaatan dan pengembangan lahan area dermaga/pelabuhan Kota Kuala Kurun. (Foto : PWI Gumas)

Wabup Gumas pimpin rakor pemanfaatan dermaga Kota Kuala Kurun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    716 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    287 shares
    Share 115 Tweet 72
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.