MASAPNEWS – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Handoyo J Wibowo menyoroti masih adanya sopir angkutan minyak kelapa sawit atau “crude palm oil” (CPO) yang dinilai ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lain.
“Saya berharap ini juga menjadi perhatian aparat. Kalau ada sopir truk, terutama angkutan CPO yang ugal-ugalan, mohon diperiksa. Kalau perlu diperiksa apakah mereka di bawah pengaruh alkohol atau narkoba. Kalau ugal-ugalan, itu membahayakan banyak orang,” kata Handoyo di Sampit, Selasa.
Handoyo mengaku masih sering menerima keluhan masyarakat terkait adanya angkutan CPO yang ugal-ugalan. Hal itu tidak saja membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengendara lainnya.
Masih seringnya kecelakaan melibatkan truk CPO bahkan menimbulkan korban jiwa seperti yang terjadi belum lama ini, setidaknya menggambarkan bahwa ada yang harus dievaluasi dan menjadi perhatian. Beberapa kecelakaan terjadi di Jalan Tjilik Riwut dan Jenderal Sudirman Sampit yang termasuk bagian ruas jalan Trans Kalimantan Poros Selatan.
Ukuran kendaraan yang besar melaju di jalan yang tidak terlalu lebar, cukup rawan terjadi kecelakaan. Apalagi lalu lintas di ruas jalan Trans Kalimantan Poros Selatan yang melintasi wilayah Kotawaringin Timur cukup tinggi sehingga seharusnya membuat setiap pengendara berkendara dengan tertib dan hati-hati.
Handoyo mendukung langkah tegas pemerintah daerah melarang truk dan angkutan berat masuk melintasi jalan dalam Kota Sampit. Selain untuk mencegah kerusakan jalan, ini juga untuk menghindari kecelakaan lalu lintas karena hilir mudik kendaraan warga di jalan dalam kota cukup padat. (ANT/MN-3)








