MASAPNEWS- Kepala Unit
Pelayanan Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tampang Tumbang
Anjir, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Nevie Ervina
membenarkan bahwa pihaknya segera melaksanakan vaksinasi COVID-19 ke desa-desa
yang menjadi wilayah kerja puskesmas tersebut.
“Mulai 17 Mei 2021 mendatang, kami akan melaksanakan vaksinasi COVID-19 ke
desa-desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Tampang Tumbang Anjir,”
kata Nevie saat dihubungi dari Kuala Kurun, Jumat.
Adapun desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Tampang Tumbang Anjir yakni,
Teluk Nyatu, Petak Bahandang, dan Tanjung Riu yang seluruhnya berada di
Kecamatan Kurun. Dan, untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19, rencananya dimulai
di Teluk Nyatu pada Senin (17/5), berlanjut di Petak Bahandang pada Selasa
(18/5), dan di Tanjung Riu pada Rabu (19/5).
Dia mengatakan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di ketiga desa tadi menyasar
kepada kaum lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 60 tahun, pendamping
lansia yang membawa dua orang lansia, dan juga tenaga pendidik yakni guru serta
pengawas.
“Saya harap warga yang masuk kategori lansia, pendamping lansia, serta
tenaga pendidik di tiga desa tadi tidak ragu untuk mengikuti vaksinasi
COVID-19, karena vaksin sudah terbukti aman dan dinyatakan halal,” kata
Nevie.
Puskesmas Tampang Tumbang Anjir melakukan koordinasi dan komunikasi dengan
pemerintah desa tadi, kader pos pelayanan terpadu (posyandu) lansia, dan tokoh
agama di ketiga desa tadi. Diharapkan dengan adanya kerja sama lintas sektoral
untuk membantu menyosialisasikan, mendata dan mengajak masyarakat untuk
mengikuti vaksinasi COVID-19 bagi lansia, pendamping lansia, dan tenaga
pendidik.
Kepala UPT Puskesmas Tampang Tumbang Anjir itu pun mengatakan pelayanan
vaksinasi COVID-19, sambung dia, akan dilaksanakan setelah pendaftaran selesai
dilakukan oleh lintas sektor, dan dikumpulkan ke petugas kesehatan yang ada di
ketiga desa tadi.
“Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 rencananya dimulai pukul 08.00-11.30 WIB.
Untuk tempat pelaksanaan akan dikoordinasikan kembali, setelah semua terdaftar
dan dikumpulkan ke petugas kesehatan yang ada di tiap desa,” demikian
Nevie. (ANT/MN-3)









