MASAPNEWS – Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah
meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi berat kepada penjual minuman
keras ilegal supaya bisa menimbulkan efek jera.
“Kami meminta kepada penegak hukum untuk menindak tegas pelaku penjual
miras ilegal. Jangan pandang bulu karena akan merusak generasi yang akan
datang,” tegas Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur Rudianur di Sampit,
Kamis.
Harapan ini disampaikan politisi Partai Golkar ini menyikapi viralnya video
Wakil Bupati Irawati yang berdebat bahkan dibentak-bentak seorang pria yang
diduga bos penjual minuman keras saat Irawati mendatangi sebuah toko di Jalan
Tjilik Riwut pada Rabu (16/6) malam.
Kejadian yang tersiar langsung Ng melalui akun media sosial pribadi Irawati itu
memicu kegeraman masyarakat, tidak terkecuali kalangan legislator. Para wakil
rakyat itu tidak terima atas sikap pria tersebut karena kehadiran Irawati
merupakan representasi pemerintah sehingga sikap bos miras tersebut dinilai
telah merendahkan wibawa pemerintah daerah.
Rudianur mengapresiasi tindakan polisi yang menyegel toko tersebut pada Kamis
pagi. Tindakan ini diharapkan mampu meredam emosi warga karena sempat beredar
kabar sejumlah tokoh agama bersiap turun ke jalan untuk mendesak aparat lebih
serius memberantas peredaran minuman keras.
Peredaran minuman keras secara ilegal sangat meresahkan masyarakat. Dampaknya
sangat buruk karena tidak jarang berbagai tindak kriminalitas berawal dari
pesta minuman keras. Minuman memabukkan ini juga mengancam kualitas generasi
penerus.
Maraknya peredaran minuman keras sudah menjadi rahasia umum, sehingga terus
membuat resah masyarakat, terlebih tempat penjualannya berada dekat permukiman.
Sayangnya belum ada tindakan tegas aparat sehingga aktivitas ilegal itu terus
berlangsung.
Sebagian masyarakat bahkan apatis karena para pelaku seolah-olah tidak
tersentuh hukum. Puncaknya, masyarakat menyaksikan video seorang pria yang
diduga bos minuman keras seolah tanpa rasa takut terus berdebat dan
membentak-bentak Wakil Bupati Irawati.
“Makanya kami meminta penegak hukum memberikan sanksi berat agar
menimbulkan efek jera. Ini juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap
aparat penegak hukum. Kami mendukung langkah pemerintah daerah dan kepolisian
untuk memberantas peredaran narkoba dan minuman keras,” tegas Rudianur.
(ANT/MN-3)








