MASAPNEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Palangka Raya (UPR) Tahun 2021 Desa Rabauh dan Tewai Baru, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) telah membuat Jamu KKN Anti Virus Desa Rabauh.
“Jamu KKN Anti Virus Desa Rabauh terbuat dari bahan-bahan alami, yang berkhasiat obat untuk meningkatkan imunitas dan menyembuhkan penyakit, termasuk Covid-19,” ucap Dosen Pembimbing Lapangan KKN UPR Desa Tewai Baru dan Desa Rabauh Tahun 2021, Yorgen Kaharap Nahan, M.Si saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (8/8/2021).

Dia menuturkan, ada puluhan bahan alami yang diramu untuk menjadi obat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat, baik untuk pencegahan maupun penyembuhan penyakit Covid-19.
Adapun bahan-bahan dari Jamu KKN Anti Virus Desa Rabauh tersebut diantaranya adalah jahe merah, gula aren, kapulaga, cengkeh, kunyit, dan berbagai bahan alami lainnya.
Dia menjelaskan, komposisi bahan ini mengandung anti oksidan dan anti mikroba untuk meningkatan imunitas tubuh, melegakan saluran pernafasan yang tersumbat, menurunkan kolesterol, dan memperkuat jantung.
“Bahan-bahan ini adalah ramuan tradisional turun termurun suku Dayak, yang saat ini digunakan lagi untuk menjadi obat dan memperkuat imunitas,” paparnya.
Saat ini Jamu KKN Anti Virus Desa Rabauh siap dipasarkan kepada masyarakat umum, dan harganya senilai Rp10 ribu per botol. Bagi masyarakat yang ingin membeli dapat menghubungi Yorgen di nomor 0812 5655 8558.
Jamu KKN Anti Virus Desa Rabauh sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan panas atau hangat, dan dikonsumsi setelah beberapa saat dibuat. Dia tidak menganjurkan masyarakat menyimpan jamu tersebut untuk dikonsumsi pada hari berikutnya.
Lebih lanjut, nantinya mahasiswa UPR yang melaksanakan KKN di Rabauh dan Tewai Baru akan mengajarkan kepada masyarakat di dua desa tadi untuk membuat Jamu KKN Anti Virus Desa Rabauh.

Terlebih, secara umum wilayah Kabupaten Gunung Mas sangat berpotensi untuk menghasilkan berbagai bahan untuk membuat Jamu KKN Anti Virus Desa Rabauh.
“KKN Universitas Palangka Raya ini menjadi bagian untuk pengabdian masyarakat, sebagai wahana membawa perubahan dan pencerahan, dalam rangka perbedayaan masyarakat Kalimantan Tengah yang sehat dan cedas,” tandas Yorgen. (DS/GCM/MN-3)









