MASAPNEWS – Dengan adanya komitmen yang kuat dari kepala daerah untuk menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas, maka semua sumber daya yang diperlukan dapat dimobilisasi untuk menurunkan stunting.
Hal itu diungkapkan Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma’ruf Amin dalam arahannya ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting melalui zoom meeting.
Kegiatan ini diikuti Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo didampingi Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalteng terkait secara virtual dari Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (23/8/2021).
“Kita semua harus bertekad dan bekerja keras agar target penurunan stunting ini dapat dicapai,” kata Wapres.
Untuk itu, Ma’ruf Amin mengharapkan agar pertemuan ini dapat membangun komitmen bersama dan meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting.
Sementara itu, Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan bahwa stunting menentukan kualitas manusia di masa depan. Pada Tahun 2020 World Bank mengeluarkan Human Capital Index (HCI) dan Index ini mengukur kualitas produktivitas optimum penduduk di masa depan yang antara lain ditentukan dari waktu anak hingga usia sampai 5 Tahun. Nilai HCI Indonesia Tahun 2020 adalah 0,54. Angka ini menggambarkan bahwa balita Indonesia saat ini hanya akan mencapai 54 persen dari potensi maksimalnya di masa dewasa.
“Jika permasalahan ini dapat diatasi, maka generasi ke depan akan menjadi lebih produktif, berdaya saing dan cita-cita untuk meraih bonus demografi dapat tercapai,” jelas Suharso Monoarfa.
Diungkapkan pula, berdasarkan data World Bank 2020, permasalahan stunting di Indonesia berada di urutan ke 115 dari 151 Negara di dunia. Penyebab tingginya angka stunting di antaranya kurangnya asupan gizi kronis, rendahnya cakupan akses air dan sinitasi penduduk yang memiliki akses air minum berkualitas, rendahnya pendidikan orang tua, pola asuh yang salah serta kurangnya tenaga kesehatan terutama ahli gizi dalam pemantauan perkembangan balita. (*/red)









