MASAPNEWS – Ketua TP PKK Provinsi Kalteng Yulistra Ivo Sugianto Sabran mengatakan, pandemi Covid-19 sudah membawa dampak yang sangat besar untuk kita semua. Tentunya dampak dari pandemi ini juga menghantam lapisan masyarakat di segala sektor. Oleh karenanya, menjaga ketahanan ekonomi keluarga selama masa pandemi ini sangat diperlukan.
“Hal ini untuk menambah sumber pendapatan keluarga dengan memberdayakan semua anggota keluarga, menciptakan inovasi dan strategi yang jeli untuk melihat berbagai macam peluang yang ada,” kata Ivo dalam Webinar Upaya Pemberdayaan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi Melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) secara virtual, Kamis (16/9/2021).
Industri kreatif yang selama ini dikenal dengan istilah ekonomi kreatif, menurut Ivo, merupakan salah satu konsep ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang paling utama. Ekonomi kreatif ini juga bisa menjadi salah satu solusi bagi tenaga kerja yang usianya produktif di Indonesia. “Kalau dikembangkan tentunya akan mampu mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang juga berkenan mengikuti webinar ini mengatakan, ekonomi kreatif adalah nilai tambah suatu kekayaan intelektual yang berfokus pada inovasi dan kreativitas manusia berbasis ilmu pengetahuan, warisan budaya, dan teknologi.
“UMKM dan ekonomi kreatif ini sangat berdampingan. Karena UMKM adalah 97 persen dari ekonomi kreatif, dan ekonomi kreatif bersama UMKM menciptakan 97 persen lapangan kerja,” kata Sandiaga Uno.
Dia pun menyarankan langkah pemulihan ekonomi kreatif di tengah pandemi adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia ekonomi kreatif dengan pelatihan up skilling, peningkatan usaha insentif akses permodalan, perluasan produk dan jasa, serta inovasi produk dan jasa kreatif.
Kegaiatan webinar yang dipusatkan di Aula Serbaguna, Istana Isen Mulang ini, juga dihadiri Koordinator Pokja II Endang Sri Suwanto, Ketua Pokja II Anitha Nuryakin, dan Sekretaris Adiah Chandra Sari. (*/red)









