Selamat Siang | Kamis, Mei 14, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Olahraga

PON Papua, antara harmoni nasional dan prestasi olahraga

adminmasap by adminmasap
September 30, 2021
in Olahraga
0
Karyawan membersihkan suvenir maskot PON Papua Kangpho dan Drawa dipusat oleh-oleh Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (30/9/2021). Suvenir yang terbuat dari kayu susu (Alstonia scholaris (L.) R.Br.) dan fiberglass tersebut dijual dengan harga Rp300 ribu per buah. ANT/ISTi.

Karyawan membersihkan suvenir maskot PON Papua Kangpho dan Drawa dipusat oleh-oleh Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (30/9/2021). Suvenir yang terbuat dari kayu susu (Alstonia scholaris (L.) R.Br.) dan fiberglass tersebut dijual dengan harga Rp300 ribu per buah. ANT/ISTi.

30
SHARES
227
VIEWS






MASAPNEWS – Sabtu lusa 2 Oktober, Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 dibuka. Namun berbeda dari SEA Games, Asian Games dan Olimpiade serta kebanyakan turnamen olahraga multicabang lainnnya, dalam PON Papua sudah ada kompetisi perebutan medali sebelum perhelatan olahraga terbesar se-nusantara edisi tertunda pandemi ini dibuka lusa.

Namun, praktik seperti ini tak hanya terjadi saat ini karena paling tidak lima tahun lalu dalam PON Jawa Barat 2016 juga terjadi seperti itu tatkala 75 medali emas diperebutkan sebelum PON 2016 resmi dibuka.

Kalau pada SEA Games, Asian Games dan Olimpiade, sejumlah cabang dimainkan sebelum upacara pembukaan atas pertimbangan cabang-cabang tertentu seperti sepak bola memerlukan waktu kompetisi yang panjang tapi tak sampai menjadi event medali sebelum perhelatan resmi dibuka, maka alasan seperti ini tidak terlalu terlihat pada PON.

Sepertinya tak ada alasan keolahragaan pasti, mengapa kompetisi medali harus dimulai sebelum pembukaan terjadi. Yang terlihat kemudian lebih merupakan pragmatisme berkompetisi, khususnya dalam kaitannya dengan kalkulasi medali.

“Perebutan medali emas lebih awal diharapkan memotivasi atlet lain dalam meraup medali emas lebih banyak lagi,” kata Ketua Bidang Pertandingan PB PON Jawa Barat 2016 Yudha M. Saputra, 9 September lima tahun lalu.

Tetapi tak apa, tak semua event harus mengikuti event-event lain yang lebih besar sekalipun umumnya event lebih besar menjadi patokan untuk event-event olahraga berskala di bawahnya.

Alasannya bisa apa saja, termasuk perburuan medali seperti disebut tadi. Bahkan mungkin bisa politis.

Namun jika pun alasan non kompetisi keolahragaan yang mengemuka, maka itu tak terlalu salah, apalagi latar belakang PON kental dengan politik, tidak olahraga semata.

Menilik dari sejarahnya, PON tak bisa dipisahkan dari politik. Adalah Olimpiade 1948 di London yang sedikit banyak berkaitan dengan apa yang kini dikenal dengan PON.

Jauh sebelum PON pertama yang digelar di Solo pada 1948, tahun di mana Olimpiade London digelar, negara muda Indonesia sudah mempunyai organisasi besar keolahragaan. Namanya, Persatuan Olahraga Republik Indonesia atau PORI.

Organisasi ini lahir pada Kongres Olahraga di Solo pada 1946 atau setahun setelah Republik Indonesia berdiri pada 17 Agustus 1945. Bersamaan dengan PORI, lahir pula Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) yang diketuai Hamengku Buwono IX.


Nation building

Setahun sebelum London menggelar Olimpiade 1948, melalui KORI, PORI mengajukan diri mengikuti Olimpiade pertama pasca Perang Dunia Kedua itu.

Permohonan ini ditolak karena PORI belum diakui IOC dan kemerdekaan Indonesia belum diakui luas oleh dunia, termasuk Inggris yang menuanrumahi Olimpiade 1948.

Inggris malah menyarankan Indonesia agar bergabung dalam kontingen Belanda yang tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Indonesia.

Indonesia jalan terus dan sebaliknya berusaha unjuk gigi menggelar perhelatan besar olahraga sebagai wujud dari keberdaulatannya.

PORI kemudian menyelenggarakan konferensi di Solo pada 2-3 Mei 1948 yang menelurkan keputusan penting yang menjadi tonggak olahraga nasional, yakni Pekan Olahraga Nasional.

Hanya satu bulan setelah Olimpiade London 1948 selesai 14 Agustus tahun itu, Indonesia pun menggelar PON di Solo mulai 9 sampai 12 September dalam tahun yang sama.

Peristiwa itu terjadi sekitar satu tahun sebelum Belanda mengakui Republik Indonesia pada 27 Desember 1949 dalam perjanjian penyerahan kedaulatan di Istana Dam, Amsterdam. Baru 16 tahun kemudian, pada 16 Agustus 2005, Belanda mengoreksi tanggal pengakuan kemerdekaan Indonesia menjadi 17 Agustus 1945.

PON era itu dan sampai masa Orde Lama, salah satunya diabdikan dalam upaya nation building atau membangun rasa kebangsaan Indonesia.

Pada masa-masa setelah itu pun tujuan PON tidak pernah hanya demi olahraga, termasuk PON Papua 2021.

Perhelatan olahraga nasional terbesar di Indonesia ini sendiri menjadi ajang bagi bertemu dan berkomunikasinya semua elemen bangsa demi membangun kesalingpengertian dan keinginan saling mengenal satu sama lain yang pada akhirnya menguatkan kohesi sosial, nasionalisme dan keindonesiaan.

Kohesi sosial

Olahraga modern sendiri penting dalam mengembangkan kontak antarmanusia, pada berbagai tingkat, entah nasional atau internasional, sehingga berperan penting dalam memperdalam kesalingpengertian antara masyarakat untuk kemudian turut menciptakan iklim kepercayaan dan perdamaian.

Olahraga, mengutip Barry D. McPherson dalam”The Social Significance of Sport: An Introduction to the Sociology of Sport”, adalah komponen integral dari kehidupan sosial masyarakat. Ini karena ada fungsi budaya dan sosial budaya dalam olahraga.

Olahraga memang bisa menjadi alat politik, namun juga bisa digunakan sebagai instrumen yang efektif dalam menguatkan kesalingpemahaman antarmasyarakat dan bahkan antarbangsa sehingga menjadi peluang moderasi konflik dan mengkonsolidasikan perdamaian yang lalu membantu menciptakan stabilisasi sosial dan politik, bahkan bisa juga ekonomi.

Studi-studi mutakhir belakangan masa ini tegas menunjukkan adanya hubungan olahraga kompetitif dengan peredaan militansi dan kekerasan dalam masyarakat, bahkan olahraga kompetitif meningkatkan agresivitas sistem sosial dan kohesi sosial.

Maka, tak heran jika banyak yang berpandangan, khususnya dari system kekuasaan, bahwa “politik adalah bagian dari olahraga dan juga bagian dari kehidupan.” Alih-alih memisahkan kedua hal ini, orang semestinya fokus kepada memetakan kekuatan politik olahraga demi kebaikan yang lebih besar.

Dan memandang olahraga dari lensa politik berarti memandang siapa yang memiliki akses ke olahraga dan siapa yang tidak. Dalam perspektif ini, intervensi politik malah bisa memastikan semua orang memiliki akses yang sama kepada olahraga.

Jika intervensi itu baik, maka olahraga bisa dimanfaatkan sebagai sarana mewujudkan perdamaian dan harmoni sosial, bahkan menjadi solusi terbaik dalam menyelesaikan konflik, persis ketika ide Olimpiade lahir di zaman kuno guna mencairkan konflik di antara kelompok-kelompok bangsa kuno yang terus bermusuhan.

Oleh karena itu, selain fokus menempa dan melahirkan aktor-aktor olahraga yang bisa berprestasi tinggi-tinggi pada level apa saja, olahraga di tingkat akar rumput harus dimobilisasi menjadi kendaraan dalam menciptakan perdamaian atau kedamaian dan kendaraan dalam menciptakan harmoni.

Dalam konteks Indonesia dan PON Papua, ini mesti menjadi kendaraan dalam menguatkan keindonesiaan, apalagi di tengah masa sulit seperti sekarang Ketika semua hal tak luput dari ancaman nyata pandemi COVID-19 dan juga gangguan keamanan dari mereka yang berpaling kepada separatisme ketika baik Indonesia maupun dunia sudah final menyangkut status Papua sebagai bagian tak terpisahkan dari Indonesia dan manakala semua elemen bangsa intensif mengajak semua pihak bergandeng tangan membangun bumi ini.

Sekalipun begitu, demi makin mematangkan bangsa ini, dan tentu saja dunia keolahragaannya, kekentalan nuansa politik dan seremoni seharusnya bisa diencerkan lebih cari lagi dengan tetap menempatkan tinggi-tinggi aspek keolahragaan dan sportivitas sebagai wajah terpenting dalam menyelenggarakan multievent semacam PON.

Ini karena bangsa ini butuh jembatan mulus yang menghubungkan dengan sempurna apa yang dicapai pada PON, termasuk PON Papua, dengan apa yang bisa dicapai atlet-atlet kita pada event-event olahraga lebih tinggi lagi, termasuk Olimpiade. Torang Bisa! (ANT/MN-3)

Previous Post

Legislator sebut Kotim perlu rumah sakit khusus ibu dan anak

Next Post

Kemenkop UKM dorong UMKM gabung ekosistem digital

Related Posts

Tim Basket Gunung Mas Tunjukkan Taring di BGU Championship
Gunung Mas

Tim Basket Gunung Mas Tunjukkan Taring di BGU Championship

April 14, 2026
Pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert (kiri) dan Ketum PSSI Erick Thohir (kanan) berpose pada acara pengenalan tim pelatih timnas Indonesia di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu (12/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Olahraga

Erick Thohir: Dirtek PSSI akan diumumkan akhir Februari 2025

Januari 19, 2025
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert menunjukkan jersey Timnas Indonesia yang bertuliskan namanya saat acara perkenalan Pelatih Baru Timnas Indonesia di Jakarta, Minggu (12/1/2025). PSSI secara resmi mengumukan dan memperkenalkan pelatih baru bagi Timnas Indonesia yaitu Patrick Kluivert beserta dua asisten pelatih yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzaat. (MASAPNEWS/ANT)
Olahraga

Patrick Kluivert: Saya adalah orang yang menyukai tekanan

Januari 12, 2025
Pelatih anyar timnas Indonesia Patrick Kluivert tiba di tanah air melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, Sabtu (11/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Olahraga

Pelatih baru timnas Patrick Kluivert tiba di Indonesia

Januari 11, 2025
Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) menyaksikan laga play-off Timnas Indonesia U-23 melawan Timnas Guinea U-23 di Stadion Clairefontaine, Paris, Perancis, Kamis (9/5/2024). (MASAPNEWS/ANT/HO-PSSI)
Olahraga

NDRC Indonesia diakui FIFA, Erick Thohir: bukti PSSI makin profesional

Januari 11, 2025
Arsip foto - Mantan pesepak bola Belanda Patrick Kluivert dalam acara pengundian untuk perempat final, semifinal, dan final Liga Champions UEFA 2022-2023 di Nyon pada 17 Maret 2023. PSSI, Rabu (/1/2025) mengumumkan Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong. (MASAPNEWS/ANT/AFP)
Olahraga

Patrick Kluivert resmi diumumkan jadi pelatih baru timnas Indonesia

Januari 8, 2025
Next Post
Tangkapan layar Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah konferensi pers “Bangkit Bersama GoTo Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia” yang diselenggarakan secara virtual dan langsung di Kota Solo pada Kamis (30/9/2021). ANT/IST

Kemenkop UKM dorong UMKM gabung ekosistem digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    716 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    288 shares
    Share 115 Tweet 72
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.