MASAPNEWS-Festival Babukung yang masuk dalam 100 Kalender Event Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang bertujuan untuk melestarikan seni budaya Dayak Tumon pada ritual adat kematian yang dijadikan festival tahunan.
Tarian ini menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara Festival yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau ini sudah kelima kali dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu.
Festival Babukung berawal dari Babukung yang merupakan tarian ritual adat kematian Suku Dayak Tomun di Lamandau. Tarian ini menggunakan topeng dengan karakter hewan tertentu yang disebut Luha.
Sedangkan para penari disebut Bukung. Bukung-bukung ini datang dari desa tetangga atau kelompok masyarakat dengan tujuan menghibur keluarga duka sembari menyerahkan bantuan berupa sembako dan lainnya.
Wakil Bupati Lamandau Riko Purwanto, S.STP, saat dihubungi melalui telpon selulernya, Sabtu (18/9/2021) mengungkapkan, Pemerintah Daerah Lamandau mengangkat tradisi ini menjadi festival rutin yang diselenggarakan tiap tahunnya.
“Jadi Festival ini sudah masuk dalam agenda Kementerian Pariwisata, dan diikuti oleh hampir 1000 orang peserta dari berbagai kecamatan dan sanggar, karena keunikannya menggunakan bermacam topeng atau luha, ujar Riko.
Wabup Riko berharap, kedepannya akan selalu berinovasi dalam menyajikan Festival Babukung ini terus eksis, menarik dan dapat dinikmati oleh masyarakat. Dengan adanya Festival tersebut akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.(HY/MN-2)









