MASAPNEWS – Setelah ditutup acap ditutup karena pandemi Covid-19, kawasan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Lapak Jaru Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Provinsi Kalimantan Tengah. Meski kembali dibuka, penerapan protokol kesehatan di kawasan wisata Tahura ini tetap diutamakan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perhubungan (DLHKP) Kabupaten Gumas Yohanes Tuah melalui kepala Bidang Pengelolaan Tahura setempat Colombus, Jumat (28/1/2022), mengatakan bahwa kawasan wisata Tahura Lapak Jaru sudah kembali dibuka ini pengunjung tetap membayar harga tiket masuk.
“Setelah resmi dibuka sejak hari ini jumlah pengunjung Tahura Lapak Jaru mulai ramai. Tahura Lapak Jaru merupakan kawasan wisata dikelola oleh DLHKP Gumas dengan luas 4.117,30 hektar memiliki ragam destinasi obyek wisata alam andalan Kabupaten Gumas yang asik,” ujar Colombus.
Menurutnya, selama ditutup karena pandemi Covid-19 Tahura Lapak Jaru memanfaatkannya dengan memperbaiki dan menambah fasilitas wahana penunjang objek wisata. PAD yang dihasilkan dari wisata Tahura Lapak Jaru ini mencapai puluhan juta lebih per tahun.
Selain kawasan hutan Tahura Lapak Jaru yang hijau dan sejuk. Kawasan itu juga disediakan segala permainan yang dapat menjadi daya tarik pengunjung. Dan harga tiket masuk, beragam seperti wisatawan manca negara dikenakan biaya Rp15.000 per orang, jelas dia.
Selanjutnya, kata Colombus, untuk wisatawan nusantara (lokal) pada hari biasa Rp3.000 per orang, hari besar Rp5.000 per orang. Harga ini berdasarkan perda nomor 12 tahun 2018 tentang retribusi daerah. Dan tempat obyek wisata ini dapat ditempuh sekitar 15 menit dari kota Kuala Kurun.
“Kita ingin objek wisata Tahura Lapak Jaru yang terletak di Kabupaten Gumas ini menjadi primadona bagi masyarakat lokal, dan pada umumnya para wisatawan domestik untuk memanfaatkan keindahan alamnya,” harapnya. (HY/MN-2)









