MASAPNEWS – Balai Arkeologi Kalimantan Selatan berencana melakukan penelitian arkeologi di terhadap Puruk Amai Rawang di Desa Upon Batu, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), 6 – 21 Oktober 2021 mendatang.
“Penelitian yang dilakukan adalah terkait hunian kuno berbenteng dan kehidupan sosial politik masyarakat Ot Danum di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan,” ucap Peneliti Balai Arkeologi Hartatik, saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (7/10/2021).
Dikatakan olehnya, tim peneliti terdiri dari berbagai kalangan, termasuk dari beberapa universitas dengan melibatkan berbagai akademisi dari berbagai disiplin ilmu.
Mereka juga sudah melakukan pertemuan dengan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Gumas guna menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan tim. Pertemuan dilakukan di kantor Disbudpar Kabupaten Gumas pada Rabu (6/10/2021).
Nantinya, tutur dia, hasil penelitian bisa digunakan oleh pemerintah daerah untuk dikembangkan lagi, guna mendukung berbagai hal seperti untuk penguatan karakter generasi muda, mendukung pariwisata, dan lainnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Gumas, Eigh Manto menyambut baik dan siap mendukung rencana penelitian yang akan dilakukan oleh Balai Arkeologi di Puruk Amai Rawang.
Menurut dia, hasil penelitian dari Balai Arkeologi terhadap Puruk Amai Rawang akan sangat bermanfaat bagi Pemda Gumas dan bisa digunakan untuk menentukan arah kebijakan daerah ke depan.
Dia pun berharap ke depan penelitian akan kembali berlanjut, baik di Puruk Amai Rawang maupun di lokasi lainnya di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.
“Disbudpar Kabupaten Gumas akan selalu berusaha menjalin kerja sama, baik dengan pihak provinsi, pihak Balai Arkeologi, bahkan pihak kementerian,” imbuh dia.
Untuk diketahui, Puruk Amai Rawang adalah perbukitan yang berada di Upon Batu. Di sini terdapat bekas Betang Tamanggung Amai Rawang, dengan sisa peninggalan berupa tiang atau tonggak penyangga betang, kuburan Tamanggung Amai Rawang beserta istri, dan lainnya. (GCM/MN-2)









