MASAPNEWS – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) meminta kepada para peternak babi di wilayah setempat agar melakukan ‘biosecurity’, guna mencegah penularan sekaligus pencegahan penyakit.
“Selama beberapa minggu terakhir, sudah banyak babi milik peternak yang mati karena sakit,” ucap Kepala Distan Kabupaten Gumas, Letus Guntur saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (10/10/2021).
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gumas ini menyebut, hingga 7 Oktober 2021 pihaknya telah menerima laporan ada 286 ekor babi yang sakit dan yang mati 127 ekor.
Diduga, sambung mantan Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Gumas ini, ternak babi yang mati tersebut tertular penyakit demam babi Afrika atau ‘African Swine Fever’ (ASF).
Namun untuk pastinya Distan Gumas masih menunggu hasil pemeriksaan. Pengambilan sampel sudah dilakukan oleh Balai Veteriner Banjarbaru didampingi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kalteng serta Distan Gumas.
Oleh sebab itu, guna mencegah penyakit tersebut menular maka para peternak diminta untuk melakukan biosecurity, yakni rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mencegah penyakit masuk ke dalam peternakan ataupun menyebar ke luar peternakan.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Yuliana Elisabet menjelaskan, biosecurity bisa dilakukan oleh peternak, dengan menyemprotkan desinfektan, terutama di kandang dan lingkungan sekitar kadang.
Desinfektan dijual bebas di toko bahan dan alat pertanian atau bisa juga dibuat sendiri dengan detergen atau mencampur bayclin dengan air untuk penyemprotan lantai dan dinding kandang.
“Selain itu diharapkan untuk tidak membuang bangkai babi yang mati ke lingkungan sekitar atau sungai. Sebaiknya dikubur untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit,” tandasnya. (GCM/MN-2)









